Makassar – Suasana penuh semangat mewarnai pelaksanaan Hackathon Guru Merah Putih, sebuah maraton inovasi pendidikan 1×24 jam yang mempertemukan guru-guru pilihan dari berbagai SMA/SMK di Sulawesi Selatan. Mereka datang bukan hanya membawa keterampilan, testapi juga membawa semangat “merah putih” dan keikhlasan untuk mengabdi demi kemajuan pendidikan dan masa depan Sulawesi Selatan yang maju dan berkarakter.
Para peserta yang terlibat berasal dari beragam latar keahlian: programmer, desainer grafis, konten kreator, hingga qori. Semua bersatu padu tanpa memandang perbedaan, saling melengkapi untuk menghasilkan dua karya strategis: Aplikasi Setoran Hafalan Juz 30 ANDALAN dan Aplikasi Pencegahan & Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan (PPKS). Kedua produk ini diharapkan menjadi instrumen nyata dalam memperkuat literasi Al-Qur’an, menegakkan budaya aman di sekolah, serta mendukung visi pendidikan Sulsel yang maju dan berkarakter.
Plt. Kepala Bidang PTK Disdik Sulsel, Anshar Syukur, menyampaikan bahwa keterlibatan para guru ini adalah bentuk pengabdian yang tulus. “Mereka bekerja siang dan malam bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk kemajuan pendidikan kita bersama. Inilah semangat merah putih yang sesungguhnya—berjuang, berkarya, dan berkontribusi untuk Sulawesi Selatan tanpa pamrih,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi bukti bahwa inovasi besar bisa lahir dari kolaborasi yang tulus. “Yang membanggakan, kegiatan ini terlaksana tanpa membebani APBD Sulawesi Selatan karena didukung penuh oleh para mitra dan kolaborator. Ini menunjukkan bahwa gotong royong masih menjadi kekuatan utama kita dalam memajukan pendidikan,” tegasnya.
Didukung oleh Jaringan Sekolah Digital Indonesia (JSDI), Ranu Prima Cerdas, dan Militan 455, Hackathon Guru Merah Putih berhasil membuktikan bahwa guru bukan hanya pengajar di kelas, tetapi juga inovator yang mampu melahirkan solusi digital untuk menjawab tantangan zaman. Lebih dari sekadar acara teknologi, kegiatan ini adalah simbol persatuan, dedikasi, dan komitmen untuk mewujudkan Sulawesi Selatan yang unggul di bidang pendidikan, berkarakter, dan siap bersaing di era digital.(*)






