Makassar – Puluhan guru SMA/SMK dari berbagai penjuru Sulawesi Selatan. Mereka datang ke Kantor Dinas Pendidikan dengan semangat yang sama: menantang diri dalam Hackathon Guru Merah Putih, sebuah ajang maraton inovasi pendidikan yang hanya memberi waktu 1×24 jam untuk berkarya.
Sejak pintu ruangan dibuka, suasana penuh ide dan energi langsung terasa. Di satu meja, tim programmer sibuk menulis baris demi baris kode. Tak jauh dari situ, tim desain grafis mengutak-atik warna dan tata letak antarmuka aplikasi. Sementara itu, konten kreator menyiapkan materi pembelajaran, dan qori melantunkan ayat-ayat suci yang direkam untuk fitur hafalan. Semua bergerak seperti orkestra tanpa konduktor, namun dengan harmoni yang tercipta dari tujuan bersama.
Waktu terus berjalan, malam datang, dan jarum jam melewati angka 24.00 Kantuk dan lelah tampak di wajah, tetapi tawa, diskusi, dan suara ketukan keyboard tak pernah berhenti. Dari guru, untuk guru, oleh guru—slogan ini bukan hanya kata-kata, tapi nyata dalam kerja keras yang mereka tunjukkan.
Hingga Minggu pagi, dua karya besar lahir. Aplikasi Setoran Hafalan Juz 30 ANDALAN, memudahkan guru dan tenaga kependidikan dalam proses setoran hafalan secara digital, dan Aplikasi Pencegahan & Pelaporan Kekerasan Seksual (TPPKS), menciptakan jalur aman untuk melindungi peserta didik.
Plt. Kepala Bidang PTK Disdik Sulsel, Anshar Syukur, yang mendampingi peserta sepanjang malam, mengaku terharu. “Saya melihat langsung bagaimana guru-guru ini bekerja tanpa pamrih, hanya untuk pendidikan Sulawesi Selatan yang lebih baik. Inilah semangat merah putih sesungguhnya,” ucapnya.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan, Iqbal Nadjamuddin, menegaskan bahwa kegiatan ini unik bukan hanya karena hasilnya, tetapi juga karena seluruh prosesnya didukung mitra tanpa membebani APBD. “Gotong royong inilah yang membuat inovasi ini lahir. Saya bangga melihat guru kita menjadi pelopor perubahan,” katanya.
Bagi para guru, 24 jam itu bukan sekadar lomba, melainkan perjalanan membuktikan bahwa mereka mampu mencipta, berkolaborasi, dan berkontribusi. Dan bagi pendidikan Sulawesi Selatan, ini adalah langkah maju menuju masa depan yang lebih cerdas, aman, dan berkarakter.(*)






