Kodim 0102/Pidie Gelar Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Penghubung Dua Desa Terdampak Bencana di Mutiara

Kodim 0102/Pidie Gelar Ground Breaking Jembatan Perintis Garuda Penghubung Dua Desa Terdampak Bencana di Mutiara

Pidie – Komando Distrik Militer (Kodim) 0102/Pidie kembali melaksanakan prosesi peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang menghubungkan Desa Pante Beureueh dengan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur, Kabupaten Pidie, Rabu (29/4/2026).

Pembangunan jembatan tersebut diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan akses yang selama ini dihadapi masyarakat di dua desa berbeda kecamatan, yakni Desa Pante Beureueh, Kecamatan Mutiara dan Desa Ulee Tutue, Kecamatan Mutiara Timur.

Dandim 0102/Pidie Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos melalui Danramil 09/Mutiara Kapten Inf Ibrahim mengatakan, Jembatan Perintis Garuda merupakan bantuan Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat di daerah terdampak bencana.

“Alhamdulillah, hari ini kembali digelar peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Perintis Garuda sebagai akses penghubung dua desa. Kami berharap progres pengerjaan dapat berjalan lancar dari awal hingga selesai sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat,” ujar Kapten Ibrahim.

Prosesi kegiatan diawali dengan tradisi adat peusijuek dan doa bersama yang mencerminkan harapan masyarakat agar pembangunan berjalan lancar serta membawa manfaat bagi warga sekitar.

Sementara itu, Dansatgas Pembangunan Jembatan Perintis wilayah Kodim 0102/Pidie, Kapten Czi Abdul Haris menjelaskan, jembatan tersebut memiliki panjang sekitar 50 meter dengan lebar 1,2 meter.

Menurutnya, pembangunan akan dikerjakan oleh tenaga ahli yang berkompeten di bidang konstruksi jembatan serta diawasi secara ketat agar proses pengerjaan berjalan sesuai standar teknis dan konstruksi.

“Pembangunan ini akan dilaksanakan secara profesional dengan mempedomani standar teknis konstruksi agar jembatan aman dan dapat digunakan dalam jangka panjang,” jelasnya.

Ia menambahkan, pembangunan jembatan merupakan bantuan langsung pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya mempercepat pemulihan wilayah terdampak banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

“Pembangunan ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga bentuk nyata perhatian pemerintah dalam mempercepat pemulihan dan menggerakkan kembali roda perekonomian masyarakat,” katanya.

Sejumlah unsur Muspika, Babinsa, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat turut hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran berbagai elemen masyarakat itu menunjukkan dukungan kolektif terhadap pembangunan infrastruktur yang dinilai strategis bagi wilayah tersebut.

Camat Mutiara, Nasrol, S.Pd., M.Pd menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas pembangunan jembatan yang telah lama dinantikan warga.

Menurutnya, keterbatasan akses selama ini tidak hanya menghambat mobilitas masyarakat, tetapi juga berdampak pada aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan sosial.

“Selama ini masyarakat harus memutar jauh untuk menuju desa seberang. Dengan adanya jembatan ini, kami berharap akses menjadi lebih mudah, termasuk untuk evakuasi saat kondisi darurat,” ungkapnya.

Ia berharap pembangunan jembatan dapat berjalan lancar serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat agar proses pengerjaan cepat terealisasi dan segera dapat dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda menjadi bagian dari program percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan yang melibatkan TNI AD bersama komponen masyarakat lainnya. Selain meningkatkan konektivitas antarwilayah, program tersebut juga diharapkan mampu memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *