Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan panen kacang tanah sebagai bagian dari Pembinaan Kemandirian bagi Warga Binaan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Labaru, Selasa, (15/9). Kegiatan ini diikuti Kepala Subseksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja (Giatja) dan staf bersama sembilan orang Warga Binaan.
Panen dilakukan pada lahan pertanian seluas sekitar 150 meter persegi dengan hasil mencapai kurang lebih 50 kilogram kacang tanah. Hasil panen tersebut akan didistribusikan ke Dapur Sehat Labaru dan Fresh Market Labaru sehingga hasil pembinaan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Kegiatan pertanian ini menjadi salah satu upaya Lapas Banjarbaru dalam mewujudkan pembinaan yang produktif melalui keterlibatan langsung Warga Binaan dalam pengelolaan lahan. Proses tersebut memberikan pengalaman mulai dari penanaman, perawatan, hingga pemanenan tanaman, sekaligus menjadi media untuk mengembangkan keterampilan di bidang pertanian.
Pemanfaatan lahan SAE Labaru sebagai area pertanian juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan. Kegiatan tersebut sejalan dengan 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya kemandirian pangan melalui program pertanian, perikanan, dan peternakan di Lapas dan Rutan dengan memanfaatkan lahan-lahan tidur (idle).
Kasubsi Giatja Lapas Banjarbaru, Ady Tri Marwoko mengatakan, hasil panen menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan kemandirian dapat dilaksanakan secara produktif sekaligus memberikan keterampilan kepada Warga Binaan. “Kami terus mendorong Warga Binaan untuk aktif mengikuti kegiatan pertanian agar keterampilan yang diperoleh dapat terus berkembang dan menghasilkan produk yang bermanfaat,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti pembinaan pertanian, Sulianto, mengungkapkan bahwa keterlibatan dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman baru dalam mengelola tanaman hingga menghasilkan panen. “Kami belajar bagaimana merawat tanaman sampai bisa dipanen. Dari kegiatan ini kami mendapatkan keterampilan yang bisa menjadi bekal ketika nanti kembali ke masyarakat,” sebutnya.
Panen kacang tanah tersebut menjadi bagian dari upaya Lapas Banjarbaru mengembangkan kegiatan Pembinaan Kemandirian yang berkelanjutan dan menghasilkan manfaat nyata. Lapas Banjarbaru berharap kegiatan pertanian di SAE Labaru dapat terus berkembang, sehingga semakin banyak Warga Binaan memperoleh keterampilan, menghasilkan komoditas pertanian, serta memiliki bekal kemandirian untuk menjalani kehidupan setelah kembali ke masyarakat.






