Dari Gunting ke Keterampilan, Barbershop Rutan Pelaihari Jadi Ruang Belajar Warga Binaan

PELAIHARI, INFO_PAS — Suara mesin cukur dan gunting menjadi bagian dari aktivitas pembinaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Melalui kegiatan barbershop, Warga Binaan tidak hanya mendapatkan layanan perawatan rambut, tetapi juga memiliki ruang untuk belajar dan mengasah keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi bekal setelah kembali ke masyarakat.

 

Kegiatan barbershop dilaksanakan secara rutin dengan melibatkan Warga Binaan yang memiliki minat dan kemampuan di bidang tata rambut. Mereka belajar menangani proses cukur, mulai dari menyiapkan peralatan, menentukan model sesuai kebutuhan, hingga menjaga kebersihan peralatan dan area kerja.

 

Petugas pendamping kegiatan barbershop Rutan Pelaihari, Dimas Aulia Ramadhan, mengatakan keterampilan memangkas rambut memiliki peluang untuk dikembangkan karena dapat dipraktikkan dengan peralatan yang relatif sederhana.

 

“Kami tidak hanya mengarahkan Warga Binaan untuk bisa mencukur, tetapi juga membiasakan mereka bekerja dengan rapi, memperhatikan kebersihan alat, dan melayani dengan baik. Harapannya, keterampilan yang dipelajari di sini bisa menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Dimas.

 

Menurutnya, kegiatan barbershop juga melatih ketelitian, kesabaran, dan tanggung jawab. Setiap proses membutuhkan perhatian agar hasil cukuran sesuai dan pelayanan tetap nyaman.

 

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan pengalaman praktis kepada Warga Binaan. Keterampilan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai aktivitas selama berada di Rutan, tetapi dapat dikembangkan menjadi peluang usaha maupun pekerjaan setelah bebas.

 

Rutan Pelaihari terus mendorong pengembangan keterampilan Warga Binaan melalui berbagai kegiatan produktif. Barbershop menjadi salah satu ruang pembelajaran yang menggabungkan keterampilan kerja, kedisiplinan, kebersihan, dan pelayanan dalam satu kegiatan.

 

Melalui pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, Rutan Pelaihari berharap Warga Binaan memiliki lebih banyak pilihan keterampilan untuk dipelajari sebagai bekal menjalani kehidupan yang mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *