PELAIHARI, INFO_PAS — Kedekatan antara pimpinan dan warga binaan tidak selalu terbangun melalui forum resmi. Terkadang, percakapan sederhana justru menjadi ruang untuk saling mendengar dan memahami. Suasana inilah yang terlihat saat Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, bercengkrama langsung dengan warga binaan di lapangan olahraga seusai kegiatan senam pagi, Senin (26/10/2026).
Dalam suasana santai dan penuh keakraban, Eri Triyanto menyapa warga binaan serta menanyakan kabar, kondisi, dan hal-hal yang mereka rasakan selama menjalani masa pembinaan. Percakapan berlangsung dua arah, dengan warga binaan diberi kesempatan untuk menyampaikan keluh kesah, masukan, maupun aspirasi secara langsung.
Tidak hanya menyapa, Karutan juga menyimak berbagai hal yang disampaikan warga binaan. Tanya jawab yang berlangsung hangat tersebut menghadirkan suasana komunikasi yang lebih terbuka, sehingga warga binaan memiliki ruang untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan perhatian.
Pendekatan seperti ini menjadi bagian penting dalam membangun lingkungan Pemasyarakatan yang humanis. Dengan mendengar langsung suara warga binaan, jajaran rutan dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi yang mereka hadapi sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan pelayanan dan pembinaan.
Eri Triyanto menyampaikan bahwa komunikasi yang terbuka merupakan salah satu cara untuk membangun kepercayaan serta menciptakan hubungan yang baik antara petugas dan warga binaan. Menurutnya, setiap warga binaan perlu mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan persoalan yang mereka alami.
“Bagi saya, penting untuk mendengar langsung apa yang dirasakan warga binaan. Melalui komunikasi seperti ini, kita bisa lebih memahami kondisi mereka, mengetahui apa yang menjadi perhatian, dan mencari solusi sesuai kewenangan serta aturan yang berlaku. Saya ingin mereka merasa didengar dan tetap mendapatkan perhatian selama menjalani pembinaan,” ujar Eri Triyanto.
Ia berharap interaksi yang dibangun secara berkelanjutan dapat mendorong warga binaan untuk lebih terbuka dalam menyampaikan aspirasi melalui saluran yang tepat. Di sisi lain, jajaran Rutan Pelaihari terus berupaya memberikan pelayanan dengan mengedepankan sikap profesional, kepedulian, dan penghormatan terhadap martabat setiap individu.
Momen seusai senam pagi tersebut menunjukkan bahwa pembinaan tidak hanya berlangsung melalui program yang terjadwal, tetapi juga melalui komunikasi sehari-hari yang bermakna. Rutan Pelaihari berkomitmen untuk terus membangun kedekatan tanpa sekat, mendengarkan aspirasi warga binaan, dan menciptakan proses pembinaan yang humanis serta pasti bermanfaat untuk masyarakat.






