PELAIHARI, INFO_PAS — Musik menjadi salah satu cara untuk menyampaikan pesan positif sekaligus menunjukkan bahwa setiap individu memiliki potensi untuk berkembang. Hal tersebut tercermin melalui penampilan Rawana Band Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari yang turut mengisi acara Focus Group Discussion (FGD) tentang Sinergi Aparat Penegak Hukum, TNI/Polri, Pemerintah Daerah, dan Masyarakat dalam Implementasi KUHP Nasional melalui Kelompok Layanan Bimbingan Integrasi (Kelayan Binter), Kamis (29/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, tersebut menjadi forum penguatan koordinasi dan pemahaman mengenai implementasi KUHP Nasional. Di sela agenda utama, penampilan Rawana Band menghadirkan suasana yang lebih hangat sekaligus memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk menunjukkan kemampuan bermusik yang dikembangkan melalui pembinaan.
Penampilan Rawana Band bukan sekadar hiburan dalam sebuah kegiatan resmi, tetapi juga menjadi gambaran bahwa pembinaan di Rutan Pelaihari turut memberikan ruang bagi pengembangan bakat dan kreativitas. Melalui musik, warga binaan dapat menyalurkan minat, mengasah keterampilan, serta belajar membangun kekompakan dan tanggung jawab dalam sebuah kelompok.
Kepala Rutan Pelaihari, Eri Triyanto, menyampaikan bahwa pembinaan perlu memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengembangkan potensi positif yang dimiliki. Menurutnya, kegiatan seni dapat menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri sekaligus mempersiapkan warga binaan agar memiliki bekal positif ketika kembali ke masyarakat.
“Melalui Rawana Band, kami ingin menunjukkan bahwa warga binaan memiliki potensi yang dapat terus dikembangkan. Pembinaan bukan hanya tentang menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan kesempatan untuk belajar, berkarya, dan membangun kepercayaan diri agar mereka memiliki bekal positif saat kembali ke tengah masyarakat,” ujar Eri Triyanto.
Bagi Reza, salah satu personel Rawana Band yang memainkan gitar, kesempatan tampil dalam kegiatan tersebut menjadi pengalaman berharga untuk menyalurkan minat sekaligus mengembangkan kemampuan bermusik. Ia memandang kegiatan ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa warga binaan tetap dapat berkarya dan memberikan penampilan positif melalui keterampilan yang terus diasah.
“Senang bisa ikut tampil bersama Rawana Band dan menunjukkan kemampuan yang kami pelajari. Bagi saya, bermain gitar bukan hanya soal musik, tetapi juga tentang belajar disiplin, bekerja sama, dan terus mengembangkan diri. Semoga kegiatan seperti ini bisa menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkarya dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkap Reza.
Partisipasi Rawana Band dalam kegiatan FGD Kelayan Binter memperlihatkan bahwa pembinaan pemasyarakatan dapat dilakukan melalui beragam pendekatan, termasuk seni dan kreativitas. Dengan pendampingan yang tepat, potensi warga binaan dapat diarahkan menjadi kegiatan produktif yang mendukung perubahan diri dan kesiapan menjalani kehidupan setelah bebas.
Rutan Pelaihari terus mendorong kegiatan pembinaan yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan keterampilan sesuai minat dan potensinya. Melalui Rawana Band, musik menjadi media untuk berkarya, membangun rasa percaya diri, dan menunjukkan sisi positif warga binaan kepada masyarakat. Upaya ini sejalan dengan komitmen pemasyarakatan untuk menghadirkan pembinaan yang humanis, produktif, dan pasti bermanfaat untuk masyarakat.






