Lantunan Habsyi Hadirkan Suasana Hangat di Tengah Layanan Kunjungan Rutan Pelaihari

PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana ruang kunjungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terasa lebih hangat dan penuh kekeluargaan pada Kamis (5/11). Di tengah berlangsungnya layanan kunjungan, lantunan syair habsyi menggema dan menghadirkan nuansa religius yang memberikan warna tersendiri bagi warga binaan maupun keluarga yang datang berkunjung.

Kegiatan habsyi tersebut menjadi salah satu bentuk pembinaan kerohanian yang dikemas secara positif di tengah aktivitas pelayanan kunjungan. Alunan tabuhan rebana yang berpadu dengan lantunan selawat menciptakan suasana yang menenangkan sekaligus memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk mengekspresikan kreativitas dan menyalurkan minat di bidang seni Islami.

Kehadiran kegiatan ini juga memberikan pengalaman berbeda bagi keluarga yang sedang menjenguk. Momen pertemuan yang biasanya diisi dengan percakapan dan melepas rindu terasa semakin bermakna dengan nuansa religius yang tercipta di ruang kunjungan.

Pengawas kegiatan, Abdul Latief, menyampaikan bahwa kegiatan habsyi menjadi sarana positif untuk menghadirkan suasana yang lebih nyaman sekaligus mendukung pembinaan kepribadian warga binaan.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menghadirkan suasana yang positif di lingkungan rutan. Selain menjadi wadah bagi warga binaan untuk mengembangkan bakat dan minat, lantunan selawat juga diharapkan dapat memberikan ketenangan serta menambah nilai spiritual, termasuk bagi keluarga yang sedang berkunjung,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan pembinaan tidak hanya berlangsung di ruang-ruang khusus, tetapi juga dapat dihadirkan melalui aktivitas yang membangun suasana kebersamaan dan memberikan pengalaman positif bagi warga binaan.

Rutan Pelaihari terus mendorong terciptanya lingkungan pembinaan yang humanis dengan tetap memperhatikan ketertiban dan kelancaran pelayanan. Melalui kegiatan habsyi ini, diharapkan nilai-nilai keagamaan, kebersamaan, dan hubungan kekeluargaan dapat terus tumbuh selama warga binaan menjalani masa pembinaan.

Sebab, di balik keterbatasan ruang dan jarak, lantunan selawat menjadi pengingat bahwa kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjaga hubungan dengan keluarga tetap memiliki arti penting.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *