Pidie, — TNI kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat di tingkat akar rumput. Babinsa Koramil 15/Tiro Kodim 0102/Pidie, Serma Danil, melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama para petani di Desa Peunadok, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Kamis (26/6/2025), guna mencari solusi terhadap gangguan gajah liar yang merusak kebun warga.
Kegiatan ini bertujuan membangun keakraban dan mempererat hubungan antara TNI dengan masyarakat desa, sekaligus menjadi wadah diskusi terbuka untuk mencari langkah-langkah penanganan yang bijak terhadap konflik manusia dan satwa liar, yang akhir-akhir ini semakin sering terjadi di wilayah tersebut.
“Kami hadir untuk mendengarkan langsung keluhan warga dan bersama-sama mencari jalan keluar. Masalah gangguan gajah liar ini tidak bisa diselesaikan sendiri, harus melibatkan semua pihak,” ujar Serma Danil dalam pertemuan tersebut
Warga Desa Peunadok menyampaikan bahwa kerusakan tanaman perkebunan seperti pisang, pinang, dan palawija semakin sering terjadi akibat gajah liar yang keluar dari habitatnya. Tak hanya kerugian ekonomi, warga juga mengaku khawatir terhadap keselamatan mereka saat berkebun.
“Kami sangat berharap ada solusi bersama. Kehadiran Babinsa hari ini sangat berarti, setidaknya kami merasa tidak sendiri menghadapi ini,” kata Dahri, salah satu petani yang hadir dalam komsos tersebut.
Selain mendengar keluhan, Serma Danil juga memberikan sejumlah imbauan agar warga tetap waspada dan tidak melakukan tindakan membahayakan yang bisa melukai satwa dilindungi tersebut. Ia juga menyarankan adanya koordinasi lebih lanjut dengan instansi terkait seperti BKSDA, pemerintah desa, dan pihak keamanan untuk menetapkan langkah penanganan terpadu.
Kegiatan komunikasi sosial ini menjadi salah satu pendekatan teritorial TNI yang tak hanya mengedepankan aspek keamanan, tetapi juga kepedulian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Komsos semacam ini juga memperkuat posisi Babinsa sebagai penghubung strategis antara rakyat dan negara dalam menghadapi persoalan riil di lapangan.
Dengan sinergi semua pihak, diharapkan persoalan konflik manusia dan satwa liar di wilayah pedalaman Pidie dapat diatasi tanpa mengorbankan salah satu pihak, demi terciptanya ketenteraman dan keberlanjutan lingkungan.






