Lapas Banjarbaru Bekali Warga Binaan Keterampilan Usaha Melalui Pelatihan Barista
Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan pelatihan barista bagi Warga Binaan, Sabtu, (16/5). Kegiatan yang digelar di Asa Corner Lapas Banjarbaru tersebut menghadirkan instruktur dari Kopi Gang Micro Roastery sebagai bentuk pembinaan keterampilan untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan Warga Binaan setelah kembali ke masyarakat.
Kegiatan diawali dengan pembukaan pelatihan yang dihadiri Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, pejabat struktural, serta Warga Binaan peserta pelatihan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tiga instruktur dari Kopi Gang Micro Roastery memberikan materi dasar mengenai pengenalan kopi, teknik meracik minuman, hingga praktik penggunaan alat barista.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana menegaskan bahwa pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan agar memiliki keterampilan yang bermanfaat. “Kami berharap pelatihan ini dapat menjadi bekal positif bagi Warga Binaan sehingga memiliki kemampuan dan peluang usaha setelah menyelesaikan masa pidana,” tegasnya.
Instruktur dari Kopi Gang Micro Roastery, Arifianto menjelaskan bahwa peserta pelatihan menunjukkan antusiasme tinggi selama mengikuti materi dan praktik. “Kami melihat semangat belajar dari peserta sangat baik, mulai dari pengenalan kopi hingga teknik dasar menjadi barista dapat diikuti dengan cepat,” ujarnya.
Salah satu Warga Binaan peserta pelatihan, Muhammad Adly mengaku mendapatkan pengalaman baru melalui kegiatan tersebut. “Pelatihan ini menambah pengetahuan dan keterampilan kami, khususnya di bidang kopi dan pelayanan, sehingga menjadi motivasi untuk memiliki usaha setelah bebas nanti,” sebutnya.
Melalui pelatihan barista tersebut, Lapas Banjarbaru berharap Warga Binaan dapat meningkatkan kemampuan diri dan memiliki keterampilan produktif yang berguna saat kembali ke lingkungan masyarakat. Kegiatan pembinaan keterampilan juga diharapkan mampu mendukung proses reintegrasi sosial serta membangun kepercayaan diri Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih baik.






