Lapas Banjarbaru Tanam Ribuan Bibit Jagung Manis dan Melon Dukung Kemandirian Pangan
Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru menanam 1.000 bibit jagung manis dan 250 bibit melon untuk mendukung program aksi Kemenimipas (Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan) melalui kemandirian pangan, Jumat, (26/6). Kegiatan berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Banjarbaru dengan melibatkan Kepala Lapas Banjarbaru, jajaran petugas, dan Warga Binaan.
Penanaman dilakukan pada lahan seluas 17 x 18 meter untuk 1.000 bibit jagung manis, sedangkan 250 bibit melon ditanam di lahan berukuran 10 x 30 meter. Pemanfaatan lahan produktif tersebut menjadi salah satu upaya Lapas Banjarbaru dalam mengoptimalkan lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara maksimal (idle), sekaligus mendukung program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan melalui sektor pertanian.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Lapas Banjarbaru dalam menyukseskan program aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan dan kemandirian pangan. “Kami berkomitmen mengoptimalkan setiap potensi yang ada di Lapas Banjarbaru, termasuk pemanfaatan lahan idle menjadi lahan produktif. Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya mendukung program kemandirian pangan, tetapi juga memberikan bekal keterampilan kepada Warga Binaan agar memiliki kemampuan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Selain menjadi bagian dari program ketahanan pangan, kegiatan penanaman ini juga memberikan pengalaman langsung kepada Warga Binaan dalam mengelola lahan pertanian, mulai dari proses penanaman hingga nantinya perawatan dan panen. Keterlibatan aktif seluruh peserta diharapkan mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab, kerja sama, serta semangat produktif selama menjalani masa pembinaan.
Salah seorang Warga Binaan yang mengikuti kegiatan, M. Saidi, mengaku bersyukur dapat terlibat dalam program tersebut dan memperoleh pengalaman baru di bidang pertanian. “Saya senang bisa ikut menanam jagung dan melon bersama petugas. Kegiatan seperti ini memberikan pengetahuan dan keterampilan yang nantinya bisa saya manfaatkan setelah bebas,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Banjarbaru berharap pemanfaatan lahan pertanian dapat memberikan hasil yang optimal sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian yang berkelanjutan bagi Warga Binaan. Ke depan, program serupa diharapkan terus berkembang sehingga mampu mendukung ketahanan pangan serta menciptakan Warga Binaan yang lebih mandiri, produktif, dan siap kembali ke tengah masyarakat.






