PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun aparatur yang profesional, berintegritas, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba melalui pelaksanaan tes urine bagi petugas, Kamis (23/7). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 13.30 WITA di Rutan Pelaihari ini menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkuat budaya kerja yang sehat sekaligus mendukung pelaksanaan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya upaya pemberantasan peredaran dan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Tes urine dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), M. Adim Prasasta, dan dilaksanakan oleh Petugas Kesehatan Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari. Sebanyak 10 orang pegawai, terdiri atas 2 petugas perempuan dan 8 petugas laki-laki, mengikuti pemeriksaan secara bergiliran sesuai prosedur. Berdasarkan hasil pemeriksaan, seluruh sampel urine menunjukkan hasil negatif, menandakan tidak ditemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di kalangan petugas yang mengikuti pemeriksaan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini yang dilakukan secara berkelanjutan untuk memastikan setiap insan pemasyarakatan tetap menjaga integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. Melalui langkah preventif ini, Rutan Pelaihari terus membangun lingkungan kerja yang bersih, aman, dan dipercaya masyarakat sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan publik yang berkualitas.
Ka. KPR Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, menegaskan bahwa tes urine bukan sekadar agenda pemeriksaan, melainkan bentuk komitmen institusi dalam menjaga integritas seluruh jajaran.
“Mewujudkan ASN yang bersih dan berintegritas harus dimulai dari komitmen setiap individu. Tes urine ini menjadi langkah nyata untuk memastikan petugas Rutan Pelaihari terbebas dari penyalahgunaan narkoba sehingga mampu menjalankan tugas secara profesional, menjaga keamanan, serta memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat. Integritas petugas merupakan kekuatan utama dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan,” tegas M. Adim Prasasta.
Salah seorang Pegawai Staf Pengelolaan Rutan Pelaihari, Dika, menyampaikan bahwa pelaksanaan tes urine menjadi wujud keseriusan organisasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan akuntabel.
“Saya mendukung penuh kegiatan ini karena menjadi pengingat bagi kami untuk selalu menjaga integritas sebagai aparatur negara. Dengan adanya tes urine secara berkala, kami semakin termotivasi untuk mempertahankan profesionalisme dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam lingkungan kerja yang bersih dari narkoba,” ujar Dika.
Melalui hasil pemeriksaan yang seluruhnya negatif, Rutan Kelas IIB Pelaihari menegaskan bahwa komitmen membangun ASN yang bersih dan berintegritas tidak berhenti pada slogan, tetapi diwujudkan melalui langkah-langkah nyata dan berkelanjutan. Upaya preventif seperti tes urine akan terus dilaksanakan sebagai bagian dari penguatan pengawasan internal, peningkatan profesionalisme petugas, serta implementasi Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pemasyarakatan yang aman, bersih, dan semakin dipercaya masyarakat.






