Sorong, Papua Barat Daya – Kepala Staf Korem (Kasrem) 181/PVT Kolonel Inf. Hendrik Paulus Mote menghadiri kegiatan Pengukuhan Dewan dan Pelantikan Pengurus Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Provinsi Papua Barat Daya Masa Bakti 2026–2030 yang berlangsung di Rose Quartz Crystal Ballroom Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Ketua PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, tersebut dihadiri sekitar 200 tamu undangan, termasuk Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para pengurus PSMTI dari tingkat pusat, wilayah, dan provinsi.
Prosesi pelantikan berlangsung khidmat, diawali dengan doa, menyanyikan lagu Indonesia Raya, Lagu Tanah Papua, dan Mars PSMTI, dilanjutkan pembacaan Surat Keputusan, pengucapan janji pengurus, penandatanganan berita acara, penyerahan Surat Keputusan kepengurusan, serta penyerahan Pataka PSMTI kepada pengurus baru.
Dalam sambutannya, Ketua Umum PSMTI Provinsi Papua Barat Daya, Franciscus Adiwinata Thung, menyampaikan komitmen organisasi untuk menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun daerah serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Papua Barat Daya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, menegaskan bahwa PSMTI merupakan organisasi sosial yang berorientasi pada kemanusiaan, kebudayaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia juga mengajak seluruh pengurus untuk terus bersinergi bersama pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan, persatuan, serta mendukung pembangunan bangsa.
Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, S.Sos., mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia berharap PSMTI dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat persaudaraan, toleransi, dan solidaritas sosial, serta berkontribusi nyata bagi kemajuan Papua Barat Daya yang inklusif, harmonis, dan berdaya saing.
Kehadiran Kasrem 181/PVT dalam kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Korem 181/PVT untuk terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga persatuan, kerukunan, dan stabilitas wilayah sebagai fondasi utama mendukung pembangunan di Provinsi Papua Barat Daya.






