PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari melaksanakan program pendidikan kesetaraan Paket B dan Paket C bagi warga binaan sebagai bagian dari upaya pemenuhan hak pendidikan sekaligus mendukung pembinaan selama menjalani masa pidana.
Kegiatan pembelajaran berlangsung di Aula Tengah Rutan Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Sabtu (8/8/2026), dengan diikuti sebanyak 14 warga binaan.
Program pendidikan tersebut terbagi dalam dua kelompok, yakni enam warga binaan peserta Paket C yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia serta delapan warga binaan peserta Paket B yang mengikuti mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan (PKN).
Pelaksanaan pendidikan kesetaraan ini menjadi salah satu bentuk pembinaan yang diarahkan untuk memberikan kesempatan kepada warga binaan agar tetap dapat memperoleh pendidikan meskipun sedang menjalani masa pidana.
Dalam proses pembelajaran, para warga binaan mengikuti materi yang diberikan dengan tertib dan aktif. Kegiatan tidak hanya berorientasi pada pemenuhan materi akademik, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan wawasan, kemampuan berpikir, serta kepercayaan diri warga binaan.
Salah seorang warga binaan, Ihsan, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan belajar selama berada di Rutan Pelaihari. Menurutnya, program pendidikan tersebut memberikan kesempatan untuk terus belajar dan menambah pengetahuan.
“Belajar di sini membuat kami tetap bisa menambah ilmu. Saya berharap bisa mengikuti pelajaran dengan baik dan mendapatkan manfaat untuk ke depannya,” ujar Ihsan.
Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari Eri Triyanto mengatakan bahwa pendidikan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, keterbatasan ruang gerak akibat menjalani pidana tidak boleh menjadi penghalang bagi warga binaan untuk memperoleh hak pendidikan.
“Program pendidikan kesetaraan ini merupakan bagian dari komitmen Rutan Pelaihari dalam memberikan pembinaan yang berkelanjutan. Kami ingin warga binaan tetap memiliki kesempatan untuk belajar, meningkatkan kemampuan, dan mempersiapkan diri ketika kembali ke tengah masyarakat,” kata Eri.
Ia menambahkan, pembinaan melalui pendidikan diharapkan mampu memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan warga binaan setelah selesai menjalani masa pidana.
Melalui pelaksanaan Paket B dan Paket C secara berkelanjutan, Rutan Pelaihari berupaya menciptakan proses pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada perubahan perilaku, tetapi juga peningkatan kapasitas dan kualitas sumber daya manusia warga binaan.
Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu bekal bagi warga binaan untuk membangun kehidupan yang lebih baik serta mampu beradaptasi dan berkontribusi secara positif setelah kembali ke lingkungan masyarakat.






