PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali memanen tanaman timun dari Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Senin (10/8/2026). Panen kali ini menghasilkan sebanyak 10,8 kilogram timun segar.
Kegiatan panen diawali dengan perawatan tanaman yang dilakukan oleh petugas pembina pertanian bersama warga binaan. Perawatan meliputi pemantauan pertumbuhan tanaman, penyiraman, pembersihan gulma, serta memastikan kondisi tanaman tetap sehat dan produktif.
Petugas Pembina Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, bersama warga binaan Salam terlibat langsung dalam proses perawatan hingga pemanenan tanaman timun yang telah memasuki masa panen.
M. Ridho mengatakan kegiatan pertanian di Kebun SAE tidak hanya berorientasi pada hasil produksi, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Perawatan dilakukan secara rutin agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Hasil panen ini menjadi salah satu bentuk nyata dari ketekunan warga binaan dalam mengikuti pembinaan pertanian,” ujarnya.
Sementara itu, warga binaan Salam mengaku senang dapat terlibat langsung dalam proses perawatan hingga panen tanaman timun.
“Mulai dari merawat, menyiram, sampai memanen kami lakukan bersama. Senang melihat hasilnya bisa dipanen sebanyak 10,8 kilogram,” katanya.
Panen tersebut menjadi salah satu hasil produktif dari program pembinaan kemandirian bidang pertanian yang terus dikembangkan Rutan Pelaihari melalui Kebun SAE.
Melalui kegiatan tersebut, warga binaan tidak hanya mendapatkan pengalaman dalam mengelola tanaman hortikultura, tetapi juga dibekali keterampilan yang diharapkan dapat menjadi modal untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.
Rutan Pelaihari berkomitmen untuk terus mengembangkan pembinaan kemandirian melalui kegiatan pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi warga binaan.






