Wonreli, INFO_PAS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wonreli melaksanakan upacara bendera, Senin (17/8). Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIT tersebut berlangsung di lingkungan Lapas Kelas III Wonreli dan diikuti oleh 24 orang pegawai, 14 orang Warga Binaan Pemasyarakatan serta 11 orang peserta magang.
Upacara berlangsung dengan tertib dan khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus momentum untuk menumbuhkan semangat nasionalisme, pengabdian, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dalam pelaksanaan upacara, Max R. Latukolan, bertindak sebagai Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Max membacakan sambutan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Republik Indonesia dalam rangka peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Amanat tersebut mengangkat tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” serta menekankan pentingnya mengisi kemerdekaan melalui pengabdian, integritas, dan pelaksanaan tugas yang bertanggung jawab.
Sementara itu, Grace Adu bertugas sebagai Pembawa Acara, Johanis V. Baltimurik sebagai Komandan Upacara, dan Andi Lesnussa sebagai Ajudan. Pengibaran Sang Merah Putih dilaksanakan oleh David Santani Ohello, Almendo Risky Ferdinandus, dan John Willem Dahoklory.
Rangkaian upacara turut diisi dengan pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan oleh Ariati W. Iwamony, pembacaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 oleh Daniel Mauwa, serta pembacaan doa oleh Sumiati Torinding.
Dalam amanat yang disampaikan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan sekaligus merefleksikan tanggung jawab seluruh elemen bangsa dalam melanjutkan cita-cita kemerdekaan.
Tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” menjadi pengingat bahwa kemerdekaan harus diisi melalui kerja nyata, penegakan hukum yang berkeadilan, serta pelayanan kepada masyarakat yang dilaksanakan dengan penuh integritas.
Dalam konteks Pemasyarakatan, semangat tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional sekaligus pembinaan yang memberikan kesempatan kepada Warga Binaan untuk memperbaiki diri. Proses pembinaan diarahkan agar WBP mampu meningkatkan kesadaran, mengembangkan potensi dan keterampilan, serta mempersiapkan diri untuk kembali menjalani kehidupan di tengah masyarakat.
Momentum kemerdekaan juga menjadi pengingat bagi jajaran Pemasyarakatan untuk senantiasa menjaga integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas. Setiap pelaksanaan tugas diharapkan tetap berlandaskan peraturan perundang-undangan serta menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Bagi Warga Binaan, peringatan HUT Kemerdekaan RI diharapkan menjadi motivasi untuk mengikuti program pembinaan dengan sungguh-sungguh dan menjadikan masa pembinaan sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan positif serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik.
Pelaksanaan upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapas Kelas III Wonreli tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat kebangsaan dan meneguhkan komitmen jajaran Pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas dan fungsi secara profesional, humanis, dan berintegritas.
Melalui semangat kemerdekaan dengan tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Lapas Kelas III Wonreli berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan dan pembinaan terbaik bagi Warga Binaan serta mendukung terwujudnya tujuan Pemasyarakatan dan cita-cita bangsa menuju Indonesia yang semakin maju.
Kontributor: Lapas Wonreli






