PELAIHARI, INFO_PAS — Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari melaksanakan tes urine bagi petugas dan warga binaan sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. Kegiatan berlangsung di Aula Tengah Rutan Pelaihari, Senin (24/8/2026).
Tes urine tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka.KPR) Pelaihari, M. Adim Prasasta, dan dilaksanakan oleh petugas kesehatan dari Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari.
Sebanyak 45 orang mengikuti pemeriksaan tersebut, terdiri atas 20 petugas dan 25 warga binaan. Pemeriksaan dilakukan melalui pengambilan sampel urine untuk memastikan kondisi masing-masing peserta sesuai dengan standar pemeriksaan yang diterapkan.

Dari seluruh sampel yang diperiksa, hasil tes menunjukkan negatif. Hasil tersebut menjadi gambaran bahwa seluruh peserta yang mengikuti pemeriksaan tidak terindikasi menggunakan zat terlarang berdasarkan pemeriksaan urine yang dilakukan.
Ka.KPR Rutan Pelaihari, M. Adim Prasasta, menyampaikan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan langkah preventif sekaligus bagian dari pengawasan untuk menjaga integritas petugas dan menciptakan lingkungan rutan yang kondusif.
“Tes urine ini merupakan langkah pencegahan dan pengawasan yang kami lakukan secara bersama-sama. Hasil seluruh pemeriksaan negatif, dan tentunya ini menjadi hal positif dalam menjaga lingkungan Rutan Pelaihari tetap aman serta bebas dari penyalahgunaan narkoba,” ujarnya.
Menurutnya, upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten dengan melibatkan seluruh unsur di dalam rutan. Pemeriksaan urine juga menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan petugas maupun warga binaan berada dalam lingkungan pemasyarakatan yang mendukung proses pembinaan secara aman dan tertib.
Pelaksanaan tes urine tersebut sejalan dengan salah satu Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yakni pemberantasan peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.
Melalui pemeriksaan yang dilakukan secara terukur dan transparan, Rutan Pelaihari terus berupaya memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan layanan pemasyarakatan. Pendekatan ini juga sejalan dengan pedoman komunikasi Humas yang menekankan pentingnya menyampaikan proses kerja dan manfaatnya bagi masyarakat secara proporsional, bukan sekadar menampilkan klaim capaian.
Hasil negatif dari seluruh sampel menjadi bagian dari proses pengawasan yang terus dilakukan, dengan komitmen untuk mempertahankan lingkungan Rutan Pelaihari yang aman, tertib, dan mendukung pelaksanaan pembinaan bagi warga binaan.






