PELAIHARI, INFO_PAS — Upaya menjaga kesehatan warga binaan terus dilakukan Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari melalui deteksi dini penyakit tidak menular (PTM). Bekerja sama dengan Puskesmas Angsau dan Pengelola PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut, Rutan Pelaihari melaksanakan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) bagi 30 orang warga binaan, Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Klinik Pratama Rutan Kelas IIB Pelaihari tersebut menjadi bagian dari upaya preventif dan promotif untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan sejak dini. Pemeriksaan juga diarahkan untuk menemukan faktor risiko penyakit tidak menular sehingga dapat segera dilakukan penanganan dan tindak lanjut.
Pelaksanaan Posbindu PTM melibatkan petugas Posbindu Puskesmas Angsau dengan dukungan petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pelaihari, Andika. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap menggunakan sistem lima meja, mulai dari registrasi, wawancara riwayat kesehatan, pengukuran fisik, pemeriksaan darah, hingga pemberian informasi kesehatan dan rencana tindak lanjut.
Pada tahap wawancara, peserta digali mengenai riwayat penyakit yang pernah maupun sedang dialami serta riwayat penyakit dalam keluarga. Selanjutnya dilakukan pengukuran tinggi badan, berat badan, dan lingkar perut sebagai bagian dari pemeriksaan antropometri.
Pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pengukuran tekanan darah serta pemeriksaan GCU untuk melihat kondisi gula darah. Dari hasil skrining terhadap 30 warga binaan, tercatat 11 orang berada dalam kategori hipertensi, tiga orang mengalami hiperglikemi, lima orang ditemukan mengalami hipertensi sekaligus hiperglikemi, sedangkan 11 orang lainnya berada dalam kondisi normal.
Hasil tersebut menjadi dasar bagi petugas kesehatan untuk menentukan langkah tindak lanjut. Warga binaan yang memiliki temuan kesehatan akan mendapatkan terapi medis sesuai anjuran dokter Tim Posbindu Puskesmas Angsau serta diberikan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) mengenai kondisi dan faktor risiko yang ditemukan.
Petugas kesehatan juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan secara berkala. Langkah ini diharapkan dapat membantu warga binaan lebih memahami kondisi kesehatannya serta mendorong kepedulian terhadap upaya pencegahan penyakit tidak menular.
Petugas Kesehatan Klinik Pratama Rutan Pelaihari, Andika, mengatakan pemeriksaan berkala menjadi penting karena kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
“Melalui Posbindu PTM ini, kami dapat mengetahui kondisi kesehatan warga binaan secara lebih dini. Setiap hasil pemeriksaan menjadi bahan untuk menentukan tindak lanjut, sekaligus memberikan edukasi agar mereka lebih memahami faktor risiko dan pentingnya menjaga kesehatan,” ujarnya.
Seluruh hasil pemeriksaan yang telah dilakukan selanjutnya akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk penginputan basis data melalui aplikasi PTM Kementerian Kesehatan RI. Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemantauan kondisi kesehatan dan faktor risiko PTM secara berkelanjutan.
Pelaksanaan Posbindu PTM ini menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan di lingkungan Rutan tidak berhenti pada penanganan ketika seseorang telah sakit, tetapi juga diarahkan pada pencegahan dan deteksi dini. Dengan pemeriksaan yang dilakukan secara teratur, kondisi kesehatan warga binaan dapat dipantau dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.
Kegiatan berlangsung dengan lancar, tertib, dan aman. Melalui kolaborasi bersama fasilitas dan instansi kesehatan, Rutan Pelaihari terus mendorong tersedianya layanan kesehatan yang lebih preventif, terukur, dan berkelanjutan bagi warga binaan.






