Panen 7 Kilogram Brokoli, Kebun SAE Rutan Pelaihari Terus Hasilkan Pangan Produktif

PELAIHARI, INFO_PAS — Hamparan tanaman brokoli di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali memasuki masa panen. Sebanyak 7 kilogram brokoli berhasil dipetik pada Jumat (28/8), menjadi hasil dari proses perawatan tanaman yang dilakukan secara berkelanjutan.

 

Panen tersebut tidak datang secara instan. Tanaman yang sebelumnya dirawat sejak tahap awal pertumbuhan kini mulai menghasilkan. Proses menanam, merawat, memantau perkembangan tanaman hingga memanen menjadi rangkaian kegiatan yang memberikan pengalaman langsung dalam pengelolaan pertanian.

 

Kebun SAE pun tidak sekadar menjadi lahan bercocok tanam. Area tersebut dimanfaatkan sebagai ruang produktif yang mempertemukan kegiatan pertanian dengan proses pembinaan. Melalui kegiatan seperti ini, warga binaan dapat mengenal proses kerja pertanian secara lebih nyata sekaligus membangun kebiasaan bekerja secara teratur dan bertanggung jawab.

 

Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, mengatakan hasil panen menjadi bagian dari proses panjang yang ingin terus dikembangkan melalui pengelolaan Kebun SAE.

 

“Yang kami dorong bukan hanya bagaimana tanaman bisa dipanen, tetapi bagaimana proses merawatnya bisa menjadi pengalaman dan keterampilan bagi warga binaan. Setiap tahap memiliki pembelajaran, mulai dari menanam, merawat sampai melihat hasilnya,” ujar Eri.

 

Menurutnya, keberadaan Kebun SAE juga menjadi upaya untuk memanfaatkan lahan secara produktif. Hasil pertanian yang diperoleh diharapkan dapat terus berkembang seiring dengan pengelolaan kebun dan perawatan tanaman yang dilakukan secara konsisten.

 

Sebanyak 7 kilogram brokoli yang dipanen kali ini menjadi salah satu hasil dari kegiatan tersebut. Di balik jumlah tersebut terdapat proses yang membutuhkan ketekunan, perhatian dan perawatan hingga tanaman siap dipanen.

 

Rutan Pelaihari akan terus mengembangkan kegiatan pertanian di Kebun SAE sebagai bagian dari pembinaan yang memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan. Dengan memanfaatkan lahan yang tersedia, kegiatan pertanian diarahkan tidak hanya menghasilkan pangan, tetapi juga menumbuhkan keterampilan yang dapat menjadi bekal ketika warga binaan kembali ke masyarakat.

 

Dari lahan yang dirawat setiap hari, hasil panen menjadi penanda bahwa proses pembinaan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan yang produktif. Kebun SAE pun terus diupayakan menjadi ruang yang memberi manfaat, baik bagi pembinaan maupun pengembangan kemandirian pangan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *