PELAIHARI, INFO_PAS — Sebanyak 30 kilogram gambas berhasil dipanen dari Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari, Kamis (3/9). Panen tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan kemandirian yang memberikan ruang bagi warga binaan untuk belajar mengelola tanaman sekaligus menghasilkan produk pertanian dari lahan yang tersedia.
Kegiatan panen dilakukan Petugas Pembinaan Pertanian Umar Alif Al-syairi bersama warga binaan, Salam. Keduanya memeriksa tanaman yang telah memasuki masa panen sebelum memetik gambas yang dinilai siap untuk dipanen.
Tidak sekadar mengambil hasil dari kebun, proses tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan yang dimulai sejak perawatan tanaman, pemantauan pertumbuhan, hingga menentukan waktu panen. Setiap tahapan memberikan pengalaman praktis kepada warga binaan dalam mengenal proses budidaya tanaman secara langsung.
Umar mengatakan kegiatan pertanian di Kebun SAE diarahkan agar warga binaan memiliki pengalaman dan keterampilan yang dapat dikembangkan selama menjalani masa pembinaan.
“Dalam pertanian, hasil panen merupakan bagian akhir dari proses yang cukup panjang. Warga binaan belajar mulai dari merawat tanaman, memperhatikan perkembangannya, sampai menentukan gambas yang sudah layak dipanen. Proses seperti ini yang terus kami dorong agar kegiatan pembinaan memiliki keterampilan yang benar-benar bisa dipraktikkan,” ujarnya.
Bagi Salam, keterlibatan dalam kegiatan pertanian memberikan pengalaman tersendiri. Ia menilai aktivitas di kebun mengajarkan pentingnya ketelatenan karena hasil yang diperoleh tidak dapat diraih secara instan.
“Dari merawat sampai panen, kami belajar bahwa tanaman harus diperhatikan setiap hari. Ada rasa puas ketika melihat hasilnya bisa dipanen sebanyak ini. Semoga keterampilan yang didapat di sini nantinya bisa berguna setelah selesai menjalani pembinaan,” kata Salam.
Hasil panen gambas sebanyak 30 kilogram tersebut sekaligus memperlihatkan pemanfaatan lahan SAE sebagai ruang produktif. Kebun tidak hanya menjadi tempat menghasilkan komoditas pertanian, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi warga binaan untuk membangun kebiasaan bekerja, bertanggung jawab, dan mengenal proses produksi secara nyata.
Melalui kegiatan tersebut, Rutan Pelaihari terus mengembangkan pembinaan kemandirian dengan memanfaatkan potensi lahan yang tersedia. Bagi warga binaan, setiap bibit yang ditanam dan setiap hasil yang dipanen menjadi bagian dari proses mempersiapkan keterampilan untuk kembali beradaptasi dan produktif di tengah masyarakat.
Panen gambas 30 kilogram ini pun bukan sekadar catatan hasil produksi. Di baliknya terdapat proses pembelajaran dan kerja bersama yang menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembinaan yang lebih nyata, terukur, dan memiliki manfaat bagi warga binaan.
Panen gambas 30 kilogram tersebut menjadi bukti pemanfaatan lahan SAE sebagai ruang produktif sekaligus sarana pembelajaran. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibekali keterampilan, tanggung jawab, dan pengalaman bertani sebagai bekal untuk kembali produktif di masyarakat.






