Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan tes urine secara acak terhadap petugas dan Warga Binaan, Kamis, (10/9). Kegiatan ini menjadi langkah deteksi dini untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sekaligus mewujudkan lingkungan Pemasyarakatan yang bersih dari narkoba.
Pelaksanaan tes urine merupakan tindak lanjut 15 Program Aksi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya upaya memberantas peredaran narkoba dan pelaku penipuan dengan berbagai modus di Lapas dan Rutan. Kebijakan tersebut menjadi landasan bagi Lapas Banjarbaru untuk terus memperkuat pengawasan terhadap potensi penyalahgunaan narkoba di lingkungan Lapas.
Kegiatan dilaksanakan oleh petugas Klinik Pratama Lapas Banjarbaru dengan pengawasan Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib (Kasi Adm. Kamtib) Junian Ramadhani, Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubbag TU) Trie Efriliawati, Kepala Subseksi Perawatan Dedy Safitri, Kepala Subseksi Portatib Sahri Mulyanto, Kepala Subseksi Keamanan Erwin Aditya Putra, serta Staf Kamtib Lapas Banjarbaru.
Pemeriksaan dilakukan secara acak terhadap 18 orang yang terdiri atas 8 orang petugas dan 10 orang Warga Binaan. Tes urine tersebut menjadi bagian dari pengawasan berkala untuk mendeteksi secara dini potensi penyalahgunaan narkoba serta memastikan lingkungan Lapas Banjarbaru tetap terjaga dari peredaran barang terlarang.
Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Tata Tertib Lapas Banjarbaru, Junian Ramadhani, menegaskan bahwa pemeriksaan secara acak merupakan langkah preventif untuk memperkuat pengawasan dan membangun komitmen bersama dalam menciptakan Lapas yang bersih dari narkoba. “Tes urine ini merupakan salah satu langkah deteksi dini dan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kami ingin memastikan lingkungan Lapas tetap aman dan bersih dari narkoba, baik dari sisi petugas maupun Warga Binaan. Hasil pemeriksaan seluruh peserta menunjukkan negatif,” tegasnya.
Kepala Subseksi Perawatan Lapas Banjarbaru, Dedy Safitri, menyampaikan bahwa keterlibatan petugas Klinik Pratama dalam pemeriksaan mendukung pelaksanaan deteksi dini secara terukur sekaligus memperkuat aspek kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan. “Tes urine dilaksanakan terhadap petugas dan Warga Binaan yang dipilih secara acak. Dari 8 petugas dan 10 Warga Binaan yang menjalani pemeriksaan, seluruhnya mendapatkan hasil negatif,” jelasnya.
Hasil negatif dari seluruh peserta menjadi bagian dari upaya Lapas Banjarbaru dalam menjaga lingkungan Pemasyarakatan tetap aman dan bersih dari narkoba. Pelaksanaan pemeriksaan secara berkala dan acak diharapkan dapat terus diperkuat sebagai bentuk pencegahan, deteksi dini, serta komitmen bersama dalam mendukung pemberantasan peredaran narkoba di Lapas Banjarbaru.






