PELAIHARI, INFO_PAS — Bengkel Kerja Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari tidak hanya menjadi tempat melakukan pekerjaan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga binaan untuk mengembangkan kemampuan yang dapat berguna setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Pada Kamis (12/9), warga binaan mengikuti pembinaan kemandirian melalui kegiatan perbaikan mobil di Bengkel Kerja Rutan Pelaihari. Dalam kegiatan tersebut, mereka diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam pekerjaan otomotif sebagai bagian dari proses pembelajaran keterampilan.
Kegiatan berlangsung dengan menempatkan warga binaan sebagai pelaksana pekerjaan. Melalui praktik langsung, mereka memperoleh pengalaman dalam menangani pekerjaan perbaikan kendaraan sekaligus membiasakan diri dengan proses kerja yang membutuhkan ketelitian, kesabaran dan tanggung jawab.
Bagi warga binaan, pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kembali ke masyarakat. Keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pembinaan diharapkan dapat terus dikembangkan dan menjadi salah satu bekal untuk menjalani aktivitas yang produktif.
Kepala Rutan Pelaihari Eri Triyanto mengatakan pembinaan kemandirian diarahkan agar waktu yang dijalani warga binaan dapat memberikan manfaat bagi pengembangan diri.
“Pembinaan kemandirian kami arahkan agar warga binaan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan. Melalui praktik perbaikan mobil ini, mereka mendapatkan pengalaman kerja yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika nantinya kembali ke masyarakat,” ujar Eri.
Menurut Eri, keterampilan tidak terbentuk hanya dari teori, tetapi juga melalui kesempatan untuk mempraktikkan pekerjaan secara langsung. Karena itu, kegiatan di bengkel kerja menjadi salah satu ruang pembinaan yang memungkinkan warga binaan belajar melalui pengalaman.
Pembinaan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa proses pemasyarakatan tidak berhenti pada menjalani masa pidana. Ada proses pembelajaran dan pengembangan kemampuan yang diharapkan dapat membantu warga binaan mempersiapkan kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke lingkungan sosialnya.
Melalui pembinaan kemandirian di Bengkel Kerja, setiap pekerjaan yang dilakukan diarahkan menjadi pengalaman yang memiliki nilai guna. Dari memperbaiki kendaraan, warga binaan belajar membangun keterampilan, tanggung jawab, dan kesiapan untuk kembali produktif di tengah masyarakat.






