Palu — Menindaklanjuti arahan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait Pelaksanaan Salat Istisqa pada Satuan Kerja Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu menggelar Salat Istisqa dan doa bersama di halaman kantor sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kemarau dan potensi kekeringan yang terjadi di berbagai wilayah, termasuk Kota Palu dan sekitarnya.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pegawai Bapas Palu, peserta magang, Klien Pemasyarakatan, serta Ibu-Ibu PIPAS (Paguyuban Ibu-Ibu Pemasyarakatan) Bapas Kelas I Palu. Kehadiran PIPAS turut memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan tersebut sekaligus memperkuat semangat kebersamaan keluarga besar Pemasyarakatan dalam menyikapi kondisi kemarau yang berdampak terhadap kehidupan masyarakat dan lingkungan.
Pelaksanaan Salat Istisqa melibatkan Imam dari Alkhairat Kota Palu, sementara khotbah disampaikan oleh penyuluh agama. Seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, mulai dari pelaksanaan salat hingga doa bersama dengan harapan hujan segera turun serta membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.
Arahan Ditjenpas tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan pembinaan kepribadian dan penguatan nilai-nilai spiritual bagi petugas, Tahanan, Anak, dan Warga Binaan, sekaligus sebagai bentuk kepedulian dan ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi musim kemarau dan potensi kekeringan di berbagai wilayah Indonesia. Bagi Bapas Palu, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pembinaan kepribadian Klien Pemasyarakatan melalui keterlibatan dalam kegiatan keagamaan secara bersama-sama.
Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Salat Istisqa merupakan bentuk ikhtiar bersama sekaligus momentum untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian di lingkungan Pemasyarakatan. “Salat Istisqa ini menjadi ikhtiar kita bersama untuk memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan hujan yang membawa keberkahan dan manfaat bagi seluruh masyarakat,” ujarnya.
Kakanwil Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, memberikan penguatan bahwa pelaksanaan kegiatan keagamaan tersebut sejalan dengan arahan Ditjenpas dalam memperkuat pembinaan kepribadian dan nilai-nilai spiritual di lingkungan Pemasyarakatan. Keterlibatan pegawai, Klien Pemasyarakatan, peserta magang, serta Ibu-Ibu PIPAS menunjukkan bahwa semangat pembinaan dan kepedulian terhadap lingkungan merupakan tanggung jawab bersama keluarga besar Pemasyarakatan.
Melalui Salat Istisqa dan doa bersama ini, Bapas Kelas I Palu tidak hanya melaksanakan arahan kedinasan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi pegawai, Klien Pemasyarakatan, dan keluarga besar Pemasyarakatan untuk memperkuat nilai spiritual, kepedulian sosial, serta harapan akan turunnya hujan yang membawa keberkahan bagi masyarakat dan lingkungan.
HUMAS BAPAS PALU






