PELAIHARI, INFO_PAS — Di balik setiap potongan rambut yang rapi, ada keterampilan, ketelitian, dan tanggung jawab yang perlu dilatih. Nilai-nilai tersebut terus dikembangkan melalui kegiatan barbershop bagi warga binaan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Senin (12/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk mengasah kemampuan pangkas rambut melalui praktik langsung. Mereka belajar menggunakan peralatan cukur, memperhatikan kerapian hasil potongan, serta menjaga kebersihan selama proses pelayanan.
Petugas pendamping barbershop, Dimas Aulia Ramadhan, menjelaskan bahwa keterampilan pangkas rambut perlu dibangun melalui latihan yang konsisten. Selain kemampuan teknis, warga binaan juga diarahkan untuk memahami pentingnya ketelitian, komunikasi, dan sikap profesional saat melayani orang lain.
“Keterampilan ini perlu terus dilatih agar warga binaan semakin percaya diri dengan kemampuan yang dimiliki. Mereka tidak hanya belajar memotong rambut, tetapi juga menjaga kebersihan alat, memahami kebutuhan orang yang dilayani, dan bertanggung jawab terhadap hasil pekerjaan,” ujar Dimas.
Dalam praktiknya, setiap tahapan menjadi kesempatan untuk belajar memperbaiki kemampuan. Warga binaan perlu memperhatikan detail potongan, menggunakan peralatan dengan tepat, serta memastikan area kerja tetap bersih dan tertata setelah kegiatan selesai.
Keterampilan tersebut memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi bekal produktif setelah warga binaan kembali ke masyarakat. Kemampuan pangkas rambut dapat menjadi dasar untuk bekerja di tempat usaha barbershop, mengikuti pelatihan lanjutan, atau merintis usaha secara mandiri sesuai kemampuan dan kesempatan yang tersedia.
Pembinaan melalui barbershop juga mendorong tumbuhnya kedisiplinan dan rasa percaya diri. Proses belajar yang dijalani secara bertahap diharapkan membantu warga binaan mengenali potensi diri dan membangun pandangan yang lebih positif terhadap masa depan.
Rutan Pelaihari terus mendukung pembinaan kemandirian melalui kegiatan yang memberikan pengalaman praktis dan keterampilan yang dapat dikembangkan. Melalui barbershop, warga binaan diharapkan tidak hanya memperoleh kemampuan baru, tetapi juga memiliki bekal untuk membangun kehidupan yang lebih produktif dan mandiri setelah kembali ke tengah masyarakat.






