PELAIHARI, INFO_PAS — Aktivitas perawatan dan perbaikan kendaraan terus menjadi bagian dari kegiatan bimbingan kerja di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari. Pada Jumat (16/10/2026), warga binaan kembali mempraktikkan keterampilan otomotif melalui perbaikan water pump mobil milik pegawai Rutan Pelaihari, Rahmat Khair Achmad, yang mengalami kebocoran. Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan untuk mengasah kemampuan teknis dan mempersiapkan warga binaan menghadapi peluang kerja di bidang otomotif.
Proses perbaikan dilakukan dengan memeriksa sistem pendingin untuk mengidentifikasi sumber kebocoran. Melalui praktik tersebut, warga binaan terus belajar mengenali fungsi komponen kendaraan, memahami tahapan pemeriksaan, serta menentukan penanganan sesuai kondisi kerusakan.
Water pump atau pompa air berfungsi mengalirkan cairan pendingin ke seluruh sistem pendinginan mesin. Gangguan pada komponen ini dapat menghambat sirkulasi cairan pendingin dan meningkatkan risiko mesin mengalami panas berlebih. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam perawatan kendaraan.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan Rutan Pelaihari, Galang Tresno Prakoso, menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan kerja otomotif dilaksanakan sebagai sarana bagi warga binaan untuk terus mengembangkan keterampilan melalui praktik langsung. Pelaksanaan yang berkelanjutan diharapkan membantu mereka memperkuat pemahaman teknis sekaligus membangun kebiasaan kerja yang disiplin dan bertanggung jawab.
“Bimbingan kerja otomotif terus kami dorong agar warga binaan memiliki kesempatan untuk belajar dan mengasah keterampilan secara berkelanjutan. Melalui praktik langsung, mereka dapat menambah pengalaman, meningkatkan ketelitian, serta mempersiapkan diri agar memiliki bekal keterampilan yang bermanfaat ketika kembali ke masyarakat,” ujar Galang.
Rahmat Khair Achmad selaku pemilik mobil yang diperbaiki turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan bimbingan kerja tersebut. Menurutnya, praktik perbaikan kendaraan memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk menerapkan keterampilan yang dipelajari sekaligus menambah pengalaman dalam menangani permasalahan otomotif.
“Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan bagi warga binaan untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan di bidang otomotif. Semoga pengalaman yang diperoleh dapat meningkatkan keterampilan mereka dan menjadi bekal yang berguna untuk mencari peluang kerja setelah kembali ke masyarakat,” ujar Rahmat.
Melalui kegiatan yang terus berjalan, Bimker Rutan Pelaihari memberikan ruang bagi warga binaan untuk memperkuat kemampuan teknis sekaligus menanamkan nilai ketelitian, kedisiplinan, dan tanggung jawab. Pengalaman menangani berbagai pekerjaan perawatan dan perbaikan kendaraan diharapkan memperluas pemahaman mereka mengenai praktik kerja di bidang otomotif.
Rutan Pelaihari terus mendorong keberlanjutan pembinaan kemandirian melalui kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan. Dengan latihan dan pendampingan secara konsisten, keterampilan otomotif diharapkan dapat berkembang menjadi modal produktif yang membantu warga binaan mempersiapkan masa depan dan kembali berperan positif di tengah masyarakat.






