Keripik Tempe Jadi Bekal Kemandirian, Warga Binaan Perempuan Rutan Pelaihari Kembangkan Keterampilan Produksi

PELAIHARI, INFO_PAS — Kreativitas dapat tumbuh dari hal sederhana ketika disertai kemauan untuk belajar dan berusaha. Semangat tersebut terlihat dari kegiatan pembuatan keripik tempe oleh warga binaan perempuan di Blok D Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari, Jumat (16/10/2026). Dengan pendampingan petugas, Syahrida Amrina, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan kemandirian untuk mengasah keterampilan pengolahan pangan sekaligus mengenalkan peluang usaha yang dapat dikembangkan setelah kembali ke masyarakat.

Proses produksi keripik tempe dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari menyiapkan bahan baku, mengiris tempe dengan ukuran yang sesuai, menyiapkan adonan pelapis, hingga menggoreng dan menyiapkan produk. Setiap tahapan membutuhkan ketelitian dan konsistensi agar keripik yang dihasilkan memiliki tekstur renyah serta kualitas yang baik.

Petugas pendamping, Syahrida Amrina, menjelaskan bahwa kegiatan ini memberikan kesempatan bagi warga binaan perempuan untuk belajar mengolah bahan pangan menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Selain melatih keterampilan teknis, proses produksi juga menjadi sarana membangun kedisiplinan, tanggung jawab, dan kebiasaan menjaga kebersihan selama bekerja.

“Melalui pembuatan keripik tempe ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan untuk terus belajar dan mengembangkan keterampilan yang bermanfaat. Mereka tidak hanya belajar proses pengolahan, tetapi juga pentingnya menjaga kebersihan, ketelitian, dan kualitas produk. Harapannya, keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk membuka peluang usaha dan hidup lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ujar Syahrida Amrina.

Kegiatan ini juga mendorong warga binaan untuk memahami bahwa produk pangan sederhana dapat memiliki nilai ekonomi apabila diolah dengan baik. Tempe yang mudah dijumpai sehari-hari dapat dikembangkan menjadi camilan yang berpotensi diminati masyarakat. Dari proses tersebut, warga binaan mulai mengenal pentingnya menjaga cita rasa, tampilan, kebersihan, dan konsistensi hasil produksi.

Selain keterampilan mengolah makanan, kegiatan ini menumbuhkan nilai kerja sama dan ketekunan. Warga binaan belajar menjalankan tahapan produksi secara teratur, membagi pekerjaan, serta menyelesaikan tugas dengan penuh tanggung jawab. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari pembentukan sikap produktif yang dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari maupun ketika nantinya memasuki dunia kerja.

Rutan Pelaihari terus mendorong pembinaan kemandirian melalui kegiatan yang memberikan pengalaman praktis dan membuka wawasan warga binaan terhadap potensi ekonomi. Pembuatan keripik tempe di Blok D menjadi salah satu bentuk upaya untuk mengembangkan kemampuan, menumbuhkan rasa percaya diri, dan memberikan ruang bagi warga binaan perempuan untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

Melalui kegiatan ini, Rutan Pelaihari berharap keterampilan yang diperoleh warga binaan tidak berhenti selama menjalani masa pembinaan, tetapi dapat dikembangkan menjadi bekal produktif setelah bebas. Dari keripik tempe yang diolah dengan ketekunan, tumbuh harapan agar warga binaan perempuan semakin percaya diri dalam membangun peluang, mengembangkan potensi, dan menata masa depan yang lebih mandiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *