Pidie – Koramil 05/Indra Jaya melalui Babinsa setempat, Kopda Miko Selian, melaksanakan karya bakti bersama para pemuda Desa Teungoh Blang, Kecamatan Indra Jaya, Kabupaten Pidie, Minggu (29/03/2026).
Kegiatan difokuskan pada perataan pasir sebagai tahap awal persiapan pembangunan lapangan futsal di lingkungan desa.
Gotong royong tersebut melibatkan belasan pemuda yang secara sukarela turun tangan menyiapkan lahan.
Mereka bekerja bersama Babinsa meratakan permukaan tanah agar siap digunakan sebagai sarana olahraga yang lebih layak bagi warga, khususnya generasi muda.
Kopda Miko Selian mengatakan, keterlibatan Babinsa dalam kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan teritorial sekaligus dukungan terhadap inisiatif warga dalam membangun fasilitas olahraga desa.
“Kami mendukung penuh upaya pemuda desa yang ingin menghadirkan sarana olahraga. Selain bermanfaat untuk kesehatan, kegiatan ini juga mempererat kebersamaan dan semangat gotong royong,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, lapangan futsal yang direncanakan tersebut diharapkan menjadi ruang positif bagi pemuda untuk beraktivitas, sehingga dapat mengurangi kegiatan yang kurang produktif serta memperkuat interaksi sosial di lingkungan desa.
Sejumlah pemuda menyambut antusias kegiatan tersebut. Putra, salah satu pemuda Desa Teungoh Blang, mengaku senang dengan kepedulian Babinsa yang ikut terlibat langsung dalam proses pembangunan fasilitas desa.
“Kami merasa termotivasi karena Babinsa ikut turun langsung membantu. Ini membuat kami semakin semangat menyelesaikan lapangan futsal ini,” katanya.
Tokoh masyarakat setempat menilai, sinergi antara Babinsa dan pemuda desa menjadi contoh kolaborasi yang baik dalam pembangunan berbasis swadaya.
Kehadiran aparat kewilayahan tidak hanya memberi bantuan tenaga, tetapi juga memotivasi warga untuk lebih aktif dalam kegiatan positif.
Kegiatan karya bakti ini mencerminkan upaya bersama dalam membangun fasilitas publik yang bermanfaat jangka panjang.
Melalui kebersamaan tersebut, Babinsa dari Koramil 05/Indra Jaya dan pemuda Desa Teungoh Blang menunjukkan bahwa pembangunan desa dapat dimulai dari inisiatif sederhana yang dikerjakan secara gotong royong.






