Babinsa Gencarkan Komsos, Tingkatkan Pemahaman Warga tentang Koperasi Merah Putih

Pidie – Upaya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa terus dilakukan melalui pendekatan komunikasi sosial (komsos). Salah satunya dilakukan Babinsa dari Koramil 05/Indrajaya, Serka Misrizal, yang melaksanakan dialog langsung dengan warga terkait pengenalan Koperasi Merah Putih di Desa Baro Gapui, Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, Minggu (22/02/2026).

Kegiatan komsos tersebut dimanfaatkan sebagai ruang dialog terbuka antara aparat teritorial dan warga mengenai penguatan ekonomi berbasis kelembagaan desa.

Dalam pemaparannya, Babinsa menjelaskan bahwa koperasi dapat menjadi wadah strategis untuk menghimpun potensi ekonomi masyarakat, mulai dari usaha kecil, pertanian, hingga penguatan ketahanan pangan keluarga.

Menurut Serka Misrizal, koperasi berfungsi bukan hanya sebagai lembaga simpan pinjam, tetapi juga sebagai sarana membangun solidaritas ekonomi warga melalui pengelolaan usaha bersama.

Dengan sistem keanggotaan dan prinsip kebersamaan, koperasi dinilai mampu membantu masyarakat memperoleh akses permodalan, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan nilai tambah hasil produksi lokal.

Ia menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada tata kelola yang baik.

Transparansi pengelolaan keuangan, profesionalisme pengurus, serta partisipasi aktif anggota menjadi faktor utama agar koperasi benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

Aparatur desa menyambut positif sosialisasi tersebut. Mereka menilai penguatan ekonomi berbasis kelembagaan lokal penting untuk meningkatkan kesejahteraan warga sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi desa.

Pemerintah desa menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan Babinsa dan masyarakat dalam proses pembentukan maupun pengembangan koperasi yang sehat dan berkelanjutan.

Tokoh masyarakat yang hadir juga mengapresiasi kegiatan komsos karena memberikan pemahaman awal mengenai fungsi, manfaat, serta mekanisme kerja koperasi.

Mereka berharap langkah ini dapat menjadi titik awal terbentuknya sistem ekonomi bersama yang mampu menampung potensi usaha warga.

Meski mendapat sambutan baik, sejumlah warga menyampaikan perlunya pendampingan berkelanjutan apabila koperasi benar-benar akan dibentuk atau dikembangkan.

Beberapa aspek yang dinilai penting antara lain pelatihan manajemen organisasi, pengelolaan administrasi dan keuangan, serta strategi pemasaran produk desa agar koperasi tidak hanya berdiri secara formal, tetapi juga berjalan efektif.

mereka berharap adanya pembinaan rutin serta pengawasan yang jelas agar koperasi dapat tumbuh secara sehat.

Kegiatan ini mencerminkan peran Babinsa yang tidak hanya berfokus pada pembinaan teritorial dan keamanan wilayah, tetapi juga turut mendukung pemberdayaan sosial ekonomi masyarakat.

Melalui pendekatan dialogis dan partisipatif, komsos menjadi sarana menjembatani informasi program pemberdayaan sekaligus menyerap aspirasi warga.

Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan pemahaman masyarakat terhadap koperasi semakin meningkat, sekaligus membuka peluang terbentuknya lembaga ekonomi desa yang mandiri, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan bersama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *