PALU – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu terus membuktikan komitmen nyatanya dalam mendukung kemandirian Klien Pemasyarakatan melalui program pemberdayaan ekonomi yang inklusif. Melalui wadah Griya Abipraya Kabelota, berbagai produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) hasil karya Klien binaan Bapas Palu kini mulai aktif menembus dan meramaikan pasar lokal di Kota Palu.
Langkah strategis ini merupakan implementasi nyata dari poin ke-6 Asta Cita Presiden Republik Indonesia mengenai pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan. Selain itu, program ini berjalan selaras dengan 15 Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya dalam mendorong warga binaan dan Klien Pemasyarakatan agar semakin produktif serta mandiri.
Pada kegiatan yang berlangsung pada Senin (28/09) ini, beragam produk unggulan olahan Klien Bapas Palu diperkenalkan ke publik. Mulai dari kuliner khas seperti sambal roa dan bawang goreng, hingga hasil komoditas perkebunan dari program Ketahanan Pangan di Kelurahan Petobo. Seluruh proses produksi dikelola langsung oleh para Klien di bawah pendampingan intensif Pembimbing Kemasyarakatan (PK).
Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, menegaskan bahwa Griya Abipraya dirancang lebih dari sekadar ruang pamer atau display produk. Tempat ini adalah pusat pembinaan kemandirian sekaligus wadah reintegrasi sosial yang konkret bagi masyarakat binaan.
“Griya Abipraya adalah bukti Klien Pemasyarakatan berpotensi besar jika didampingi secara hukum, kepribadian, dan ekonomi. Sesuai arahan Menteri, kami ingin mengubah stigma negatif bahwa mereka bukan masyarakat bermasalah, melainkan aset bangsa. Melalui UMKM ini, mereka belajar berwirausaha agar mandiri secara ekonomi dan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar M. Nur Amin.
Dampak positif dari program pemberdayaan ini dirasakan langsung oleh para Klien. Siti Ma’ani Khairunnisa, salah seorang Klien Bapas Kelas I Palu yang terlibat aktif dalam produksi UMKM, mengaku sangat terbantu untuk bangkit kembali.
“Terima kasih banyak kepada Bapas Palu, khususnya kepada Pak Kabapas dan PK saya. Dulu saya bingung mau kerja apa setelah bebas, takut tidak diterima masyarakat. Tapi di Griya Abipraya saya diajari membuat sambal roa dan bawang goreng. Sekarang saya bisa punya penghasilan sendiri untuk keluarga. Saya merasa dihargai dan tidak dikucilkan,” tutur Siti dengan penuh haru.
Keberhasilan Griya Abipraya Kabelota Bapas Palu terbukti tidak hanya di atas kertas. Adel, salah seorang alumni Klien Bapas Palu, menjadi bukti nyata bagaimana pembinaan di Griya Abipraya mampu mengantarkan Klien menuju kemandirian sejati.
Setelah menempa keterampilan, kedisiplinan, serta rasa percaya diri selama beraktivitas di Griya Abipraya Kabelota, Adel kini resmi diterima bekerja di salah satu perusahaan swasta di Kota Palu.
“Terima kasih kepada Bapas Palu, Pak Kabapas, dan PK saya. Di Griya Abipraya Kabelota, saya diajari membuat sambal roa, bawang goreng, serta dilatih disiplin dan bertanggung jawab. Bekal ini membuat saya dipercaya bekerja di perusahaan sekarang. Saya bersyukur Bapas membuka jalan saya untuk mandiri, hingga saya merasa dihargai dan tidak dikucilkan,” ungkap Adel.
Kisah inspiratif Adel diharapkan dapat memotivasi rekan-rekan Klien lainnya untuk terus berjuang dan bersungguh-sungguh dalam menimba ilmu serta keterampilan di Griya Abipraya Kabelota.
Upaya progresif Bapas Kelas I Palu dalam mengembangkan UMKM Klien Pemasyarakatan ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman.
Herman menilai langkah yang diambil Bapas Palu merupakan wujud nyata pelaksanaan fungsi Pemasyarakatan yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi inovasi Bapas Kelas I Palu melalui Griya Abipraya. Ini luar biasa. Ini bukan hanya sekadar program pembimbingan, tapi ini adalah solusi ekonomi. Ini sejalan dengan Asta Cita Presiden dan 15 Program Akselerasi Menteri. Klien kita berdaya, kita beri keterampilan, kita beri wadah untuk berusaha. Ketika Klien produktif, angka residivisme pasti akan turun,” tegas Herman Mulawarman.
Melangkah ke depan, Bapas Kelas I Palu berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan dan kualitas program Griya Abipraya. Strategi ini akan diwujudkan dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan (stakeholders), seperti Dinas Koperasi dan UMKM Kota Palu serta pihak swasta, guna memperkuat pendampingan bisnis dan pemasaran digital (digital marketing) produk-produk Klien.
Melalui hadirnya Griya Abipraya Kabelota, Bapas Kelas I Palu mempertegas posisinya untuk memastikan para Klien Pemasyarakatan tidak hanya siap secara mental dan hukum, melainkan juga tangguh secara ekonomi untuk kembali menjadi warga negara yang produktif, mandiri, dan bertanggung jawab.
Humas Bapas Kelas I Palu






