Sorong — Papua Barat Daya, Komandan Korem 181/Praja Vira Tama Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., mewakili Pangdam XVIII/Ksr memimpin Upacara Pelepasan Satuan Tugas Konstruksi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXVII-M/MINUSCA Tahun Anggaran 2026, bertempat di Lapangan Batalyon Zipur 20/PPA, Jl. Petrocina, Klalin 1, Kelurahan Klabinain, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Jumat (18/9/2026).
Upacara tersebut diikuti sekitar 200 peserta. Bertindak sebagai Komandan Upacara Letkol Czi Coko Sasongko, S.Hub.Int., M.Sc., MPM-DEVSEC., selaku Danyonzipur 20/PPA, sedangkan Perwira Upacara Kapten Inf Subisagi selaku Kabintelrem 181/PVT. Pasukan upacara terdiri dari satu SSK Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M/MINUSCA dan Korsik Ajenrem 181/PVT.
Dalam amanat Pangdam XVIII/Kasuari yang dibacakan Danrem 181/PVT, disampaikan bahwa penugasan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) merupakan bagian dari amanah konstitusi Indonesia untuk turut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
Prajurit Yonzipur 20/PPA yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M/MINUSCA akan melaksanakan tugas misi perdamaian di Republik Afrika Tengah. Dalam pelaksanaannya, para prajurit akan menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kompleksitas keamanan, kondisi geografis dan cuaca, dinamika sosial budaya, hingga risiko penyakit endemik.
Kemampuan zeni dalam bidang konstruksi, destruksi, penjinakan bahan peledak, serta pembukaan dan pemeliharaan jalur logistik menjadi bagian penting dalam mendukung operasional pasukan PBB di daerah misi.
Dalam amanat tersebut, Pangdam XVIII/Kasuari juga memberikan apresiasi kepada keluarga besar prajurit, khususnya Persit Kartika Chandra Kirana Cabang Yonzipur 20 PD XVIII/Kasuari, serta anak dan orang tua prajurit yang senantiasa memberikan dukungan dan doa selama pelaksanaan penugasan.
Kepada seluruh personel Satgas, ditekankan agar senantiasa memelihara keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjaga soliditas dan jiwa korsa, memahami serta mematuhi Rules of Engagement (ROE) dan hukum internasional, serta melaksanakan setiap tindakan secara profesional dan proporsional.
Para prajurit juga diminta untuk tidak melakukan pelanggaran yang dapat mencoreng nama baik TNI, Kodam XVIII/Kasuari, Kontingen Garuda maupun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu, kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan, cuaca, medan dan budaya setempat harus tetap diimbangi dengan kewaspadaan serta disiplin yang tinggi.
“Berangkatlah dengan kepala tegak, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan keberanian, junjung tinggi kehormatan bangsa dan negara, serta senantiasa menjaga nama baik Indonesia di mata dunia,” pesan Pangdam XVIII/Kasuari dalam amanatnya.
Pada kesempatan tersebut, secara resmi Satgas Kizi TNI Konga XXXVII-M/MINUSCA Yonzipur 20/PPA dinyatakan berangkat untuk melaksanakan tugas misi perdamaian.
Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan doa, Andika Bhayangkari, foto bersama dan pemberian ucapan selamat kepada personel Satgas. Seluruh rangkaian kegiatan selesai pada pukul 09.00 WIT dalam keadaan aman dan kondusif.
Penugasan ini menjadi bagian dari pengabdian prajurit TNI dalam mendukung misi perdamaian dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di tingkat internasional.
MERAH PUTIH DI DADA, PERDAMAIAN DI DUNIA.
Selamat bertugas.
Jaga kehormatan diri, satuan, dan bangsa.
Berangkat untuk melaksanakan tugas, kembali dengan selamat.
#Korem181PVT
#PrajaViraTama
#SatgasKizi
#KontingenGaruda
#MINUSCA
#Yonzipur20PPA
#TNI
#MisiPerdamaianDunia
#MerahPutihDiDada
#PerdamaianDiDunia






