Deteksi Dini Kesehatan, Rutan Pelaihari Gelar CKG dan Skrining TB bagi Warga Binaan serta Petugas

PELAIHARI, INFO_PAS — Upaya menjaga kesehatan di lingkungan Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala. Sebanyak 93 warga binaan dan tujuh petugas pemasyarakatan mengikuti kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Skrining Tuberkulosis (TB) di Aula Tengah Rutan Pelaihari, Kamis (1/10/2026).

 

Kegiatan yang dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut dan Puskesmas Angsau tersebut menjadi langkah deteksi dini untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan dan petugas, sekaligus mencegah potensi penyakit menular maupun penyakit tidak menular.

 

Dalam pelaksanaannya, Cek Kesehatan Gratis (CKG) memberikan gambaran awal mengenai kondisi kesehatan peserta melalui sejumlah pemeriksaan, meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan gula darah, kolesterol, trigliserida, HDL, dan LDL. Pemeriksaan tersebut membantu mengidentifikasi kondisi kesehatan yang perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

 

Sementara itu, Skrining Tuberkulosis (TB) dilakukan sebagai langkah deteksi dini terhadap kemungkinan penyakit TB, salah satunya melalui pemeriksaan sputum sewaktu. Pemeriksaan ini menjadi bagian penting dalam upaya mengenali lebih awal kondisi kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan, khususnya terhadap penyakit menular.

 

Petugas Kesehatan Rutan Pelaihari, Andika, bersama petugas kesehatan Puskesmas Angsau, Iswati, S.ST, turut melaksanakan pemeriksaan dan pencatatan hasil pelayanan kesehatan sesuai prosedur yang berlaku.

 

“Pemeriksaan ini merupakan langkah awal untuk mengetahui kondisi kesehatan warga binaan dan petugas. Apabila dari hasil skrining terdapat yang memerlukan pemeriksaan atau penatalaksanaan lebih lanjut, akan kami tindak lanjuti sesuai indikasi medis dan ketentuan pelayanan kesehatan,” ujar Andika.

 

Petugas Kesehatan Puskesmas Angsau, Iswati, S.ST, mengatakan skrining kesehatan penting dilakukan sebagai upaya menemukan lebih dini kondisi yang membutuhkan perhatian medis. Menurutnya, pemeriksaan secara berkala juga membantu memastikan peserta memperoleh tindak lanjut sesuai dengan hasil pemeriksaan yang didapatkan.

 

“Melalui kegiatan ini, kami melakukan pemeriksaan kesehatan sekaligus skrining untuk mengetahui kondisi peserta sejak dini. Jika dari hasil pemeriksaan ditemukan adanya kondisi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, peserta dapat diarahkan untuk mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medisnya,” kata Iswati.

 

Sebanyak 100 peserta yang terdiri atas 93 warga binaan dan tujuh petugas mengikuti rangkaian pemeriksaan. Setiap hasil pemeriksaan dicatat sebagai bagian dari pelayanan kesehatan sehingga dapat menjadi bahan untuk menentukan kebutuhan tindak lanjut bagi peserta yang memerlukannya.

 

Bagi warga binaan yang berdasarkan hasil pemeriksaan membutuhkan penanganan lebih lanjut, Rutan Pelaihari akan melakukan tindak lanjut sesuai kondisi dan indikasi medis. Langkah tersebut dilakukan agar pemeriksaan tidak berhenti pada kegiatan skrining, tetapi dapat diteruskan dengan pelayanan yang sesuai kebutuhan.

 

Kolaborasi bersama Puskesmas Angsau menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan kesehatan di lingkungan pemasyarakatan. Melalui pemeriksaan kesehatan dan deteksi dini, warga binaan maupun petugas memperoleh kesempatan untuk mengetahui kondisi kesehatannya lebih awal.

 

Pelaksanaan CKG dan Skrining TB ini juga sejalan dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026, yang salah satunya memuat layanan pemeriksaan kesehatan gratis sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan.

 

Melalui kegiatan tersebut, Rutan Pelaihari terus mendorong pelayanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada penanganan ketika muncul keluhan, tetapi juga pada upaya deteksi dini, pencegahan, dan tindak lanjut sesuai kebutuhan kesehatan warga binaan dan petugas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *