Palu – Tanpa pemberitahuan, Balai Pemasyarakatan Kelas I Palu menggelar tes urin kejutan bagi pegawai, Senin (28/9) pukul 08.15 WITA bertempat di Ruangan Kepala Bapas Kelas I Palu.
Kepala Bapas Kelas I Palu, *M. Nur Amin*, memimpin dan mengawasi langsung pelaksanaan *Tes Urin Periode September 2026*. Dengan metode acak, sebanyak *5 (Lima) orang pegawai* ditunjuk secara spontan setelah pelaksanaan apel pagi untuk menjalani pemeriksaan.
Kegiatan berjalan tertib, lancar dan tanpa kendala. Hasilnya, *kelima pegawai dinyatakan NEGATIF* dari penyalahgunaan narkotika.
Kabapas menegaskan kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara rutin setiap bulan dengan sistem acak bergilir kepada seluruh pegawai sebagai bentuk komitmen mewujudkan Bapas Palu yang BERSINAR (Bersih dari Narkoba).
Pelaksanaan ini merupakan implementasi langsung dari *15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan*, khususnya pada *Poin ke-6 yaitu Memberantas Peredaran Narkoba dan Pelaku Penipuan dengan Berbagai Modus di Lapas dan Rutan*, serta mendukung *Asta Cita Presiden RI* dalam memperkuat reformasi hukum dan pemberantasan narkoba.
“Hari ini saya sengaja buat kejutan. Tidak ada yang tahu siapa yang akan dites. Saya tunjuk langsung 5 orang secara acak dan saya awasi prosesnya dari awal sampai akhir. Alhamdulillah hasilnya negatif semua.
Ini bukan soal mencari kesalahan, tapi ini soal pembuktian komitmen. Pelaksanaan Tes Urin ini adalah bentuk dukungan kami terhadap Asta Cita Presiden dan 15 Program Aksi Kemenimipas, khususnya Poin 6 tentang Pemberantasan Narkoba. Kami ingin memastikan bahwa Bapas Palu benar-benar bersih. Kita tidak bisa melakukan pembimbingan kepada Klien Pemasyarakatan jika petugasnya sendiri tidak bersih. Integritas harus dimulai dari diri kita sendiri. Ke depan, tes acak seperti ini akan terus saya lakukan setiap bulan tanpa pemberitahuan,” tegas M. Nur Amin.
Ditempat berbeda *Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman* menanggapi “Saya mengapresiasi langkah progresif dan penuh kejutan dari Kepala Bapas Palu. Metode acak tanpa pemberitahuan seperti ini adalah metode paling efektif untuk deteksi dini.
Ini adalah contoh nyata implementasi Asta Cita dan Program Aksi ke-6 Kemenimipas. Bapas Palu telah menunjukkan bahwa pemberantasan narkoba tidak hanya menyasar Warga Binaan, tetapi juga memastikan aparatnya sendiri bersih dan berintegritas. Hasil negatif ini membanggakan. Saya instruksikan seluruh UPT Pemasyarakatan di Sulteng untuk melakukan hal yang sama. Pimpinan harus berani melakukan tes urin kejutan seperti yang dilakukan Bapas Palu,” ujar Kakanwil Herman.
Dengan hasil ini, Bapas Kelas I Palu menegaskan komitmennya sebagai satuan kerja yang bersih, berintegritas, dan siap mendukung penuh Agenda Nasional Pemberantasan Narkoba.
*Humas Bapas Kelas I Palu*






