Lapas Banjarbaru Ikuti Uji Kompetensi ProfASN Tahap 2

Banjarbaru, INFO_PAS – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru mengikuti Uji Kompetensi Program Kebijakan Profiling Aparatur Sipil Negara (ProfASN) Tahap 2 di Kantor Regional VIII Banjarmasin, Sabtu, (24/10). Kegiatan ini diikuti sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pejabat struktural se-Kalimantan Selatan untuk memetakan kompetensi serta mendukung pengembangan sumber daya manusia aparatur yang profesional dan berintegritas.

Selain Kepala Lapas, tiga pejabat struktural Lapas Banjarbaru turut mengikuti kegiatan tersebut, yakni Ady Tri Marwoko selaku Kepala Subseksi Kegiatan Kerja, Dedy Safitri selaku Kepala Subseksi Perawatan, serta Taufiqurrahman selaku Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan. Keikutsertaan para pejabat ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas aparatur dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan.

Pelaksanaan uji kompetensi melalui program ProfASN menjadi salah satu langkah untuk memperoleh gambaran mengenai potensi, kompetensi, dan profil aparatur sipil negara. Hasil pemetaan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengembangan karier, peningkatan kualitas kinerja, serta penempatan pegawai sesuai dengan kompetensi dan kebutuhan organisasi.

Kepala Lapas Banjarbaru, Irwanto Dwi Yhana Putra, menegaskan pentingnya kegiatan profiling bagi pengembangan kualitas aparatur dan peningkatan kinerja organisasi. “Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi setiap aparatur untuk mengenali potensi dan kompetensi yang dimiliki, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab,” ujarnya.

Sementara itu, Taufiqurrahman menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam uji kompetensi ProfASN Tahap 2 merupakan kesempatan untuk mengukur kemampuan diri dan meningkatkan kesiapan dalam menghadapi tuntutan pekerjaan. “Melalui kegiatan ini, saya berharap dapat mengetahui potensi dan kompetensi yang perlu dikembangkan sehingga dapat memberikan kontribusi yang lebih baik bagi organisasi, khususnya dalam pelaksanaan tugas Pemasyarakatan di Lapas Banjarbaru,” jelasnya.

Melalui pelaksanaan uji kompetensi ProfASN Tahap 2, Lapas Banjarbaru berharap pemetaan kompetensi aparatur dapat mendukung pengembangan sumber daya manusia yang lebih terarah, objektif, dan berkelanjutan. Dengan demikian, setiap pegawai diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat profesionalisme, serta memberikan kontribusi optimal dalam mewujudkan penyelenggaraan Pemasyarakatan yang semakin berkualitas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *