Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru melaksanakan panen mangga kiojay sebanyak 20 kilogram sebagai bagian pembinaan kemandirian Warga Binaan, Jum’at, (27/2). Kegiatan yang berlangsung di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) 1 Lapas Banjarbaru ini melibatkan Kepala Lapas Banjarbaru, Kepala sub seksi (Kasubsi) Kegiatan Kerja (Giatja), staf Giatja, serta tiga orang Warga Binaan dan hasil panen akan dipasarkan melalui Fresh Market Labaru.
Panen mangga kiojay tersebut dilaksanakan langsung oleh Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, bersama Kasubsi Giatja, Ady Tri Marwoko, staf kegiatan kerja (Giatja) dan tiga orang Warga Binaan yang telah mendapatkan pembinaan keterampilan pertanian. Total hasil panen mencapai 20 kilogram dengan kualitas buah yang siap jual dan memiliki nilai ekonomis.
Kepala Lapas Banjarbaru, I Made Supartana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang berkelanjutan di lingkungan Lapas Banjarbaru. “Kegiatan panen ini tidak hanya menghasilkan produk pertanian erkebunan, tetapi juga membentuk keterampilan dan etos kerja Warga Binaan sebagai bekal setelah kembali ke masyarakat,” tegasnya.
Selain sebagai sarana pembinaan, kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya dalam mewujudkan kemandirian pangan melalui sektor pertanian. Salah satu Warga Binaan yang terlibat dalam panen, Santoso, menyampaikan apresiasinya atas kesempatan yang diberikan. “Kami merasa senang dan bangga bisa ikut serta dalam kegiatan ini karena menambah pengalaman dan keterampilan kami di bidang pertanian,” ujarnya.
Melalui kegiatan panen mangga kiojay ini, Lapas Banjarbaru terus berkomitmen mengoptimalkan pembinaan berbasis kemandirian dan produktivitas. Hasil panen yang dipasarkan melalui Fresh Market Labaru diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperkuat program pembinaan yang berdampak positif bagi Warga Binaan.






