Wonreli, 17 Februari 2026 (INFO_PAS) – Lapas Kelas III Wonreli melaksanakan kegiatan kerja bakti pembersihan lingkungan Masjid Al-Muhajirin sebagai tindak lanjut arahan dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPas) Maluku, berdasarkan perintah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan terkait pelaksanaan kegiatan bersih-bersih (korve) menjelang Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Sebagai informasi, beberapa organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadhan pada tanggal 18 Februari 2026, dengan penetapan resmi akan dilakukan melalui sidang isbat pemerintah dan perkiraan umum jatuh sekitar tanggal 19 Februari 2026.
Kegiatan yang digelar dua hari menjelang diperkirakan awal bulan suci ini diikuti oleh pegawai Lapas, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), dan peserta magang dengan nilai istimewa dimana mayoritas peserta merupakan umat Kristen yang dengan sukarela turut berkontribusi. Masjid Al-Muhajirin yang terletak di Desa Kota Lama dan merupakan satu-satunya masjid di wilayah tersebut, sehingga menjadi tempat ibadah utama ysng sangat penting bagi masyarakat sekitar beragama Islam.
Seluruh peserta bekerja dengan penuh semangat dan kehati-hatian untuk menyegarkan berbagai bagian masjid. Mereka membersihkan halaman luar, merapikan area taman sekitar, serta merapikan ruang ibadah utama beserta peralatan ibadah seperti sajadah dan mukena dengan penuh rasa tanggung jawab.
Kepala Lapas Kelas III Wonreli, Indra Gunawan, dalam arahannya menyampaikan makna mendalam dari kegiatan ini
“Kegiatan hari ini memiliki dua makna penting bagi kita sebagai wujud kepatuhan terhadap arahan dari Kakanwil DirjenPas Maluku dan perintah DirjenPas, serta sebagai sarana untuk memperkuat tali persaudaraan antarumat beragama di wilayah kita. Saya sangat menghargai dan bangga dengan seluruh peserta, terutama yang mayoritas beragama Kristen, yang dengan sepenuh hati turut membantu mempersiapkan masjid untuk menyambut Ramadhan.
Menjaga kebersihan tempat ibadah bukan hanya kewajiban bagi mereka yang menggunakannya, tetapi juga bentuk penghormatan kita terhadap nilai-nilai spiritual yang menjadi dasar kehidupan bersama. Bagi Warga Binaan Pemasyarakatan, kegiatan ini menjadi pembelajaran berharga tentang pentingnya berkontribusi positif bagi masyarakat, serta memahami bahwa kebaikan dapat dilakukan tanpa memandang perbedaan keyakinan.”
Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas III Wonreli tidak hanya memenuhi mandat dari institusi terkait dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, tetapi juga berhasil menghadirkan contoh nyata tentang kerukunan antarumat beragama yang kuat dan menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar.
Kontributor: Humas Lapas Wonreli






