Padat Pemburu Takjil, Babinsa Koramil 26/Grong-Grong Turun Tangan Atur Lalu Lintas di Jalur Nasional

Pidie – Lonjakan aktivitas warga menjelang waktu berbuka puasa membuat arus lalu lintas di kawasan Pasar Grong-Grong, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, meningkat signifikan. Jalan lintas nasional Banda Aceh–Medan yang melintasi kawasan tersebut dipadati kendaraan roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki yang berburu takjil.

Melihat kondisi tersebut, Babinsa Koramil 26/Grong-Grong Kodim 0102/Pidie, Koptu Rudi Awaluddin, turun langsung ke lapangan membantu penertiban lalu lintas di sekitar Pasar Grong-Grong, Sabtu (21/01/2026).

Kawasan pasar yang berada di jalur utama penghubung Banda Aceh–Medan itu memang kerap menjadi titik rawan kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk sore hari selama bulan Ramadhan. Selain pedagang takjil yang memadati sisi jalan, kendaraan yang berhenti mendadak untuk berbelanja juga kerap memperlambat arus lalu lintas.

Danramil 26/Grong-Grong, Letda Inf Iwan Saragih, melalui Koptu Rudi Awaluddin menyampaikan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan pengguna jalan sekaligus upaya mengantisipasi potensi kecelakaan.

“Pada jam-jam menjelang berbuka, volume kendaraan meningkat tajam. Kami hadir untuk membantu mengurai kepadatan dan memastikan masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” ujar Koptu Rudi.

Dalam pelaksanaannya, Babinsa mengatur arus kendaraan dari dua arah, membantu warga menyeberang jalan, serta mengimbau pengendara agar tidak berhenti sembarangan dan tetap mematuhi aturan lalu lintas. Pendekatan yang dilakukan bersifat persuasif, dengan mengedepankan komunikasi humanis kepada para pengendara maupun pedagang.

Sejumlah warga menyambut baik langkah tersebut. Mereka menilai kehadiran aparat membantu memperlancar arus kendaraan dan memberikan rasa aman, terutama bagi anak-anak dan lansia yang hendak menyeberang.

“Kalau tidak diatur, biasanya macet sekali. Dengan adanya Babinsa, kendaraan lebih tertib,” ungkap salah seorang warga setempat.

Namun demikian, upaya aparat dinilai tidak akan maksimal tanpa kesadaran kolektif dari masyarakat. Disiplin berlalu lintas, tidak parkir sembarangan, serta saling menghormati pengguna jalan lain menjadi faktor penting dalam menciptakan ketertiban.

Penertiban yang dilakukan Babinsa tidak hanya bersifat situasional, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan teritorial yang berorientasi pada keselamatan dan kenyamanan masyarakat. Kehadiran aparat di ruang publik diharapkan mampu membangun kedekatan sekaligus menumbuhkan budaya tertib di tengah masyarakat.

Dengan sinergi antara aparat dan warga, kawasan Pasar Grong-Grong diharapkan tetap kondusif meski aktivitas meningkat, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dan aktivitas sehari-hari dengan aman dan nyaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *