PELAIHARI, INFO_PAS — Produktivitas Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali menunjukkan hasil. Sebanyak 75 ikat kangkung berhasil dipanen dalam kegiatan pembinaan pertanian yang melibatkan petugas dan warga binaan, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Kebun SAE Rutan Pelaihari tersebut menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus menghadirkan pembinaan yang berorientasi pada keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Petugas Pembinaan Pertanian, M. Ridho, bersama warga binaan, Salam, terlibat langsung dalam proses pemanenan. Kangkung yang telah memasuki masa panen dipetik dan dikumpulkan secara bertahap dengan memperhatikan kualitas hasil tanaman.
Ridho mengatakan, keberhasilan panen tersebut merupakan hasil dari perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin dan keterlibatan aktif warga binaan dalam setiap tahapan budidaya.
“Alhamdulillah, hari ini kami berhasil memanen 75 ikat kangkung. Hasil ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus merawat dan mengembangkan Kebun SAE. Kami juga berupaya agar warga binaan memahami proses pertanian secara langsung, mulai dari perawatan hingga panen,” ujar Ridho.
Menurutnya, kegiatan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan kedisiplinan, ketekunan, dan tanggung jawab. Melalui pendampingan secara langsung, warga binaan diberikan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan yang dapat dimanfaatkan setelah menyelesaikan masa pidana.
Sementara itu, Salam mengaku senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan pertanian hingga menghasilkan panen yang dapat dilihat dan dirasakan manfaatnya.
“Senang rasanya bisa ikut merawat tanaman sampai akhirnya dipanen. Dari kegiatan ini, saya belajar bahwa menanam membutuhkan kesabaran dan ketelatenan. Semoga ke depan hasil panennya semakin banyak dan ilmu pertanian yang kami dapatkan bisa menjadi bekal ketika kembali ke masyarakat,” kata Salam.
Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, memberikan perhatian terhadap pengembangan program pembinaan kemandirian melalui pemanfaatan lahan produktif. Pengelolaan Kebun SAE diarahkan agar tidak sekadar menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang memberikan manfaat nyata bagi warga binaan.
Keberadaan Kebun SAE turut menjadi bagian dari pengembangan potensi pertanian di lingkungan Rutan Pelaihari. Lahan yang dikelola secara berkelanjutan dapat dimanfaatkan sebagai media pembinaan sekaligus mendukung produktivitas pangan melalui kegiatan yang terarah.
Melalui kegiatan panen kangkung ini, Rutan Pelaihari terus mendorong pembinaan yang memberikan bekal keterampilan praktis bagi warga binaan. Pengalaman yang diperoleh selama mengikuti program pertanian diharapkan menjadi modal untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.






