Panen Pakcoi 10 Kilogram, Bapas Palu Perkuat Kemandirian Pangan dan Pemberdayaan Klien

Palu — Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu melaksanakan panen tanaman pakcoi sebanyak kurang lebih 10 kilogram di halaman Bapas Palu, pada Selasa, (29/9). Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Bapas Palu, pejabat manajerial, Pembimbing Kemasyarakatan (PK), mahasiswa magang Fakultas Hukum Universitas Tadulako, serta peserta magang Kemenaker Batch II.

 

Tanaman pakcoi yang dipanen merupakan hasil penanaman dan perawatan melalui kerja sama dengan klien pemasyarakatan yang saat ini berada dalam bimbingan Bapas Palu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pengembangan kemandirian klien melalui aktivitas produktif yang memberikan pengalaman, keterampilan, dan rasa tanggung jawab sebagai bekal dalam menjalani kehidupan setelah kembali ke tengah masyarakat.

 

Panen kali ini juga memberikan manfaat yang lebih luas karena keluarga klien turut menerima manfaat dari hasil panen. Sebagian hasil budidaya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga kegiatan bimbingan tidak hanya memberikan manfaat bagi klien, tetapi juga menghadirkan nilai kemanfaatan secara langsung bagi keluarga.

 

N. Ana, salah satu anggota keluarga klien, menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Menurutnya, hasil panen pakcoi memberikan manfaat langsung bagi keluarga sekaligus menjadi hal positif bagi klien selama menjalani proses bimbingan.

 

«“Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan seperti ini. Hasil panennya dapat dimanfaatkan oleh keluarga dan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan memberikan semangat bagi klien untuk terus melakukan kegiatan yang positif dan produktif,” ujar N. Ana.»

 

Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Palu, Julandi J Juni, menilai keterlibatan keluarga dalam kegiatan tersebut memiliki makna penting dalam proses pembimbingan. Kehadiran keluarga, menurutnya, menunjukkan bahwa pembimbingan terhadap klien dapat diarahkan pada kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada klien secara individual, tetapi juga menghasilkan manfaat bagi keluarga dan lingkungan sosialnya.

 

«“Kehadiran keluarga dalam kegiatan ini merupakan bentuk komitmen terhadap kemanfaatan dalam proses pembimbingan. Ketika hasil dari kegiatan produktif yang dilakukan klien dapat dirasakan langsung oleh keluarganya, maka bimbingan tidak berhenti pada aspek kepatuhan, tetapi juga mendorong munculnya manfaat nyata, rasa tanggung jawab, dan motivasi bagi klien untuk terus berkembang,” ujar Julandi.»

 

Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, turut mengapresiasi keterlibatan klien, keluarga, serta seluruh jajaran dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa bimbingan terhadap klien perlu diarahkan pada penguatan kemandirian dan kemampuan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat.

 

«“Panen pakcoi ini menunjukkan bahwa kegiatan bimbingan dapat dikembangkan melalui aktivitas produktif yang sederhana, tetapi memiliki manfaat nyata. Kami mengapresiasi klien yang telah terlibat serta dukungan keluarga dan seluruh jajaran. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi klien untuk terus mengembangkan kemampuan dan hidup mandiri di masyarakat,” ujar M. Nur Amin.»

 

Apresiasi dan penguatan terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman. Ia menilai kegiatan produktif yang melibatkan klien merupakan bagian dari upaya menghadirkan Pemasyarakatan yang berorientasi pada pemberdayaan dan reintegrasi sosial.

 

«“Kami mengapresiasi kegiatan Bapas Palu yang melibatkan klien dalam budidaya tanaman pangan hingga hasilnya dapat dipanen dan dirasakan manfaatnya oleh keluarga. Kegiatan seperti ini perlu terus dikembangkan karena sejalan dengan semangat Pemasyarakatan dalam mendorong kemandirian, produktivitas, dan kesiapan klien untuk kembali berperan secara positif di masyarakat,” ungkap Herman Mulawarman.»

 

Panen pakcoi berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Pegawai, PK, peserta magang, dan keluarga klien turut menjadi bagian dari kegiatan yang mencerminkan gotong royong, kemandirian pangan, pemberdayaan klien, serta penguatan peran keluarga dalam proses reintegrasi sosial.

 

Bapas Palu berkomitmen untuk terus mengembangkan kegiatan pembimbingan yang produktif dan memberikan manfaat nyata bagi klien serta keluarganya, sebagai bagian dari upaya mewujudkan proses reintegrasi sosial yang lebih bermakna.

 

HUMAS BAPAS PALU

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *