Pelatihan Pengolahan Kepiting Rajungan di lokasi Miniplant Kelompok tani Mappadeceng di Desa Lasitae.

Pelatihan Pengolahan Kepiting Rajungan di lokasi Miniplant Kelompok tani Mappadeceng di Desa Lasitae.

Barru_Dinas Perikanan Kabupaten Barru berkolaborasi dengan PT. Philips Seafood Indonesia menggelar Pelatihan Pengolahan Kepiting Rajungan di lokasi Miniplant Kelompok Mappadeceng, Desa Lasitae, Kecamatan Tanete Rilau pada Jumat 24/04/2026.

Kegiatan ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan bagi nelayan dan pengolah hasil perikanan di Barru.

Pelatihan difasilitasi oleh PT. Philips Seafood Indonesia bekerja sama dengan Dinas Perikanan Kab. Barru sebagai tindak lanjut kunjungan koordinasi sebelumnya.

Hadir dari PT. Philips, Reka Dwi Patria selaku QA Manager beserta tim.

Dari Dinas Perikanan, hadir Sekretaris Dinas Fauziah, S.P,M.Si mewakili Kepala Dinas Ir. H. Muhammad Ushuluddin, S.T,M.Si bersama Kabid P2HP Misbahuddin,S.Pi dan jajaran. Turut hadir Koordinator Penyuluh Perikanan KKP H. Muh. Rizal,S.Pi dan Penyuluh Pendamping Kec. Tanete Rilau.

Sekretaris Dinas, Fauziah, S.P,M.Si membuka pelatihan secara resmi. Dalam sambutannya, ia menegaskan pelatihan ini bertujuan meningkatkan SDM pelaku usaha rajungan.

“Para nelayan dan pelaku usaha diharapkan dapat meningkatkan produksi sekaligus menjaga kualitas olahan rajungan sebagai penyuplai bahan baku ekspor PT. Philips,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian laut dengan menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan melepas kembali rajungan betina bertelur demi keberlangsungan populasi yang bernilai ekonomi tinggi.

QA Manager PT. Philips, Reka Dwi Patria, memaparkan materi Potensi Pasar Rajungan. Menurutnya, kapasitas produksi perusahaan mencapai lebih dari 2,5 ton daging rajungan per hari. Namun pemenuhan bahan baku masih dibantu impor 30%, sementara pasokan dari Barru masih di bawah 3%.

Hal ini membuka peluang besar bagi nelayan Barru. Ia juga menjelaskan Teknis Menghasilkan Olahan Rajungan Berkualitas_ agar produk memenuhi standar ekspor.

Peserta pelatihan berasal dari Kelompok Mappadeceng yang diketuai Usman, terdiri dari nelayan tangkap wilayah Lasitae dan Kelompok Pengolah Hasil Olahan Mappadeceng yang beranggotakan ibu-ibu.

Kolaborasi ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas nelayan, memperkuat rantai pasok rajungan, dan mendorong Barru sebagai sentra rajungan berkualitas ekspor.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *