PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari terus mengoptimalkan potensi lahan yang dimiliki dengan mengubah area branggang yang sebelumnya merupakan lahan tidur (idle) menjadi kebun produktif. Langkah ini merupakan implementasi nyata Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), khususnya pada program kemandirian pangan melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur (idle).
Pada Kamis (30/07/2026) pukul 10.00 WITA, sejumlah warga binaan mengikuti kegiatan rutin perawatan tanaman sawi dan kangkung yang ditanam di area tersebut. Kegiatan meliputi pembersihan lahan, penyiangan gulma, penyiraman, serta pemeliharaan tanaman yang dilaksanakan secara berkala setiap minggu di bawah pengawasan petugas pembinaan.
Pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif kini memberikan manfaat yang nyata sebagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Melalui kegiatan ini, warga binaan dibekali keterampilan dasar di bidang pertanian sekaligus diajak memanfaatkan potensi lahan secara optimal sehingga mampu menghasilkan komoditas yang bernilai dan mendukung ketahanan pangan di lingkungan Rutan Pelaihari.
Kepala Subseksi Pelayanan Tahanan, Galang Tresno Prakoso, mengatakan bahwa optimalisasi lahan tidur merupakan salah satu langkah strategis Rutan Pelaihari dalam mendukung Program Aksi Kemenimipas di bidang ketahanan pangan.
“Pemanfaatan lahan tidur menjadi kebun produktif merupakan bentuk komitmen Rutan Pelaihari dalam mendukung Program Aksi Kemenimipas. Kami ingin menunjukkan bahwa lahan yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diubah menjadi media pembinaan yang produktif, sehingga warga binaan memperoleh keterampilan bertani, memiliki etos kerja yang baik, serta mampu memanfaatkan potensi yang ada secara positif,” ujar Galang.
Petugas Staf Pengamanan Rutan Pelaihari, Sakiyo, menjelaskan bahwa keberhasilan program pertanian tidak hanya ditentukan pada saat penanaman, tetapi juga melalui perawatan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
“Perawatan tanaman kami lakukan setiap minggu agar pertumbuhan sawi dan kangkung tetap optimal. Selain menghasilkan panen yang berkualitas, kegiatan ini juga menjadi proses pembelajaran bagi warga binaan untuk memahami pentingnya disiplin, ketekunan, dan pemanfaatan lahan secara maksimal sebagai bekal keterampilan setelah bebas nanti,” ungkap Ridho.
Melalui optimalisasi lahan tidur menjadi area pertanian produktif, Rutan Pelaihari terus memperkuat program pembinaan kemandirian yang berorientasi pada pemberdayaan warga binaan. Program ini diharapkan mampu menciptakan warga binaan yang lebih mandiri, produktif, dan memiliki keterampilan yang bermanfaat, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan sesuai dengan Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.






