PENYERAHAN SATU ORANG SIMPATISAN POK OPM KODAM IV/SORONG RAYA PENYERANGAN POS RAMIL KISOR KEPADA KODIM 1809/MAYBRAT

Maybrat, Papua Barat Daya – Dandim 1809/Maybrat Letkol Inf Arif Setyo Utomo, Menerima Penyerahan satu orang berinisial Titus Sowe, yang Merupakan simpatisan Kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya terkait kasus penyerangan Pos Ramil Kisor pada 2 September 2021, kepada aparat TNI di Kodim 1809/Maybrat, Rabu (14/10/2026) malam.

 

Penyerahan berlangsung sekitar pukul 22.15 WIT di kediaman Dandim 1809/Maybrat, Kampung Mefkajim II, Distrik Ayamaru, Kabupaten Maybrat, Provinsi Papua Barat Daya. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Wakil Bupati Kabupaten Maybrat, Ferdinando Solossa, Dansatgas Yonif 764/IB Letkol Inf Aditya Susanto, S.I.P., serta Dansatgas Denkul 4 Rajawali V Letkol Inf Pudji Pamungkas, S.A.P., M.Tr.Mil.

 

Penyerahan tersebut turut melibatkan tokoh masyarakat Aifat Selatan, Yosias Wembewer, yang mendampingi proses pengantaran Titus Sowe bersama pihak keluarga. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan pendekatan persuasif melalui peran pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, serta keluarga.

 

Setelah proses penyerahan, aparat TNI melakukan pendalaman keterangan untuk kepentingan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan yang berlaku. Pemeriksaan kesehatan juga dilakukan terhadap yang bersangkutan.

 

Berdasarkan informasi awal, Titus Sowe tercatat dalam perkara penyerangan Pos Ramil Kisor dan diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok OPM Kodap IV/Sorong Raya. Informasi tersebut selanjutnya akan didalami oleh Kodim 1809/Maybrat guna mendukung proses hukum serta memperoleh keterangan yang diperlukan.

 

Keterlibatan TNI dan tokoh masyarakat dalam proses penyerahan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat keamanan, dan masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi keamanan yang kondusif di wilayah Kabupaten Maybrat.

 

Melalui koordinasi dan pendekatan yang mengedepankan komunikasi, diharapkan upaya menjaga stabilitas keamanan serta melindungi masyarakat di wilayah Maybrat dapat terus dilaksanakan secara terukur, profesional, dan sesuai dengan ketentuan hukum.

 

Berdasarkan keterangan Sdr. Titus Sowe, terungkap keterkaitannya dengan kelompok OPM pimpinan Manfret Fatem dalam rencana penyerangan terhadap Pos Satgas TNI di wilayah Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya,

 

Pada 30 September 2026, kelompok yang dipimpin Manfret Fatem bersama Arson Aisnak, Yohanes Ky, Markus Fatem, Markus Foumair, Zet Fatem, dan Titus Sowe bergerak dari wilayah Dusun Sagu menuju belakang Kampung Kisor. Kelompok tersebut dilaporkan melakukan pemantauan terhadap Pos Satgas TNI selama tiga hari sebagai bagian dari persiapan rencana penyerangan yang direncanakan pada 5 Oktober 2026.

 

Namun, pada 3 Oktober 2026, Satgas Rajawali IV Yonif 411/Pandawa bersama Satgas Yonif Marinir 9 telah lebih dahulu melaksanakan penyergapan melalui taktik ambush di wilayah tersebut, sehingga rencana aksi kelompok itu berhasil digagalkan.

 

Saat kelompok pimpinan Manfret Fatem mendekati Pos Satgas TNI pada malam hari, penggunaan senter oleh anggota kelompok terdeteksi oleh personel kedua satgas yang sedang melaksanakan penyergapan. Situasi tersebut kemudian berujung pada kontak tembak yang mengakibatkan dua orang anggota kelompok, yakni Arson Aisnak dan Yohanes Ky, meninggal dunia.

 

Setelah terjadi kontak tembak, anggota kelompok lainnya dilaporkan terpencar dan melarikan diri melalui jalur masing-masing.

 

Dalam keterangannya, Titus Sowe juga menyebutkan bahwa setelah kontak tembak tersebut, senjata yang diduga merupakan hasil rampasan, masing-masing jenis DMR dan K3-Dewon/Minimian, dibawa oleh Markus Fatem dan Markus Foumair.

 

Sementara itu, berdasarkan informasi yang disampaikan, keberadaan Silas Ky dan Zet Fatem pasca kejadian pada 3 Oktober 2026 masih dilaporkan berada di wilayah Kamundan Atas.

 

Keterangan Titus Sowe tersebut menjadi bagian dari informasi mengenai aktivitas kelompok pimpinan Manfret Fatem serta kronologi rencana penyerangan terhadap Pos Satgas TNI di wilayah Kisor.

 

Korem 181/Praja Vira Tama bersama Polda Papua Barat Daya dan Binda Papua Barat Daya terus mengedepankan penyampaian informasi yang akurat, terukur, dan bertanggung jawab demi mendukung stabilitas keamanan serta menjaga situasi kondusif di wilayah Papua Barat Daya sebagai wujud membangun upaya Soft Approach dan Hard Approach di Papua Barat Daya.

 

Korem 181/Praja Vira Tama

Profesional, Responsif, Adaptif, Visioner, Integratif, Tanggap, dan Amanah.

 

#Korem181PVT

#Kodim1809Maybrat

#PapuaBaratDaya

#SinergiUntukNegeri

#JagaStabilitasKeamanan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *