PELAIHARI, INFO_PAS — Aktivitas di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali diisi dengan kegiatan perawatan tanaman, Senin (24/8). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembinaan kemandirian yang diarahkan untuk membangun keterampilan warga binaan melalui aktivitas pertanian yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.
Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, bersama warga binaan Salam melaksanakan sejumlah kegiatan pemeliharaan tanaman di area Kebun SAE. Perawatan dilakukan dengan memperhatikan kondisi tanaman dan lingkungan kebun agar pertumbuhan tanaman tetap optimal.
Tidak sekadar membersihkan area kebun, kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi warga binaan untuk memahami bahwa keberhasilan bercocok tanam membutuhkan ketelitian, kesabaran, serta konsistensi dalam setiap tahap pemeliharaan.
“Perawatan menjadi bagian penting dalam proses budidaya. Dari sini warga binaan belajar melihat kondisi tanaman, menjaga kebersihan lingkungan, dan memahami bagaimana tanaman dirawat sampai menghasilkan,” ujar M. Ridho.
Menurutnya, kegiatan pertanian di Kebun SAE tidak hanya berorientasi pada hasil panen. Proses yang dijalani warga binaan justru menjadi bagian penting dalam membentuk sikap disiplin dan tanggung jawab yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Salam, kegiatan di kebun memberikan pengalaman berbeda karena setiap tanaman memiliki kebutuhan perawatan yang tidak selalu sama.
“Di kebun kita belajar sabar. Tanaman tidak bisa langsung besar, jadi harus dirawat dan diperhatikan setiap hari. Dari sini saya juga belajar untuk lebih bertanggung jawab terhadap pekerjaan,” katanya.
Kebun SAE Rutan Pelaihari terus dimanfaatkan sebagai sarana pembinaan produktif yang mempertemukan proses belajar dengan aktivitas nyata. Warga binaan diberikan kesempatan untuk terlibat langsung dalam berbagai tahapan pertanian, mulai dari persiapan lahan, penanaman, perawatan hingga pemanenan.
Melalui pola pembinaan tersebut, Rutan Pelaihari berupaya menghadirkan kegiatan yang tidak hanya mengisi waktu secara positif, tetapi juga memberikan bekal keterampilan yang dapat dikembangkan warga binaan setelah menyelesaikan masa pidana.
Perawatan tanaman yang dilakukan secara rutin menjadi gambaran bahwa pembinaan kemandirian dibangun melalui proses sederhana namun konsisten. Dari kebun, warga binaan belajar merawat sesuatu hingga tumbuh dan menghasilkan, sekaligus menanamkan nilai kerja keras, ketekunan, dan kemandirian sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih produktif setelah kembali ke masyarakat.






