PELAIHARI, INFO_PAS — Upaya menjaga kesehatan warga binaan terus diperkuat Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pelaihari melalui kerja sama dengan UPT Puskesmas Angsau, Kabupaten Tanah Laut. Pada Kamis (22/10/2026), Rutan Pelaihari menyelenggarakan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM) dan pemeriksaan Voluntary Counseling and Testing (VCT) mobile untuk skrining HIV-AIDS dan hepatitis di Klinik Pratama Rutan Pelaihari.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WITA ini bertujuan meningkatkan kesadaran kesehatan sekaligus mendukung deteksi dini berbagai risiko penyakit pada warga binaan. Pelaksanaan Posbindu PTM melibatkan pengelola PTM Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Laut yang difasilitasi Puskesmas Angsau, dengan dukungan petugas kesehatan Klinik Pratama Rutan Pelaihari.
Dalam layanan Posbindu PTM, sebanyak 30 warga binaan menjalani skrining melalui tahapan registrasi, wawancara riwayat kesehatan pribadi dan keluarga, pengukuran tinggi badan, berat badan, serta lingkar perut. Pemeriksaan dilanjutkan dengan pengecekan tekanan darah dan gula darah, identifikasi faktor risiko, pemberian komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE), serta penentuan rencana tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.
Berdasarkan hasil skrining, sebanyak 15 warga binaan teridentifikasi mengalami hipertensi, tiga orang mengalami hiperglikemia, enam orang memiliki hasil yang menunjukkan hipertensi sekaligus hiperglikemia, sedangkan enam orang lainnya berada dalam kategori normal. Hasil ini menjadi dasar untuk memberikan edukasi dan tindak lanjut medis sesuai kondisi masing-masing peserta.
Selain skrining penyakit tidak menular, pemeriksaan VCT mobile untuk HIV-AIDS dan hepatitis juga dilaksanakan dengan melibatkan tim UPT Puskesmas Angsau dan petugas kesehatan Rutan Pelaihari. Sebanyak 50 warga binaan mengikuti pemeriksaan tersebut, dengan hasil seluruh peserta dinyatakan nonreaktif berdasarkan hasil tes yang dilakukan.
Perawat Rutan Pelaihari, Andika, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan secara berkala merupakan langkah penting untuk mengenali faktor risiko penyakit lebih awal dan menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap warga binaan semakin peduli terhadap kondisi kesehatannya. Pemeriksaan dini membantu mengenali faktor risiko sehingga dapat diberikan edukasi dan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan serta arahan tenaga medis,” ujar Andika.
Warga binaan yang hasil skriningnya menunjukkan faktor risiko akan mendapatkan edukasi kesehatan dan tindak lanjut berupa terapi medis sesuai anjuran dokter Tim Posbindu Puskesmas Angsau. Hasil pemeriksaan Posbindu PTM juga akan dilaporkan kepada Dinas Kesehatan setempat untuk pencatatan dalam basis data melalui aplikasi PTM Kementerian Kesehatan RI.
Melalui kerja sama dengan Puskesmas Angsau, Rutan Pelaihari terus berupaya memperkuat pelayanan kesehatan yang bersifat preventif, edukatif, dan berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung aman, tertib, dan lancar ini menjadi bagian dari komitmen pemenuhan hak kesehatan warga binaan sekaligus mendukung terwujudnya pemasyarakatan yang pasti bermanfaat untuk masyarakat.






