Rawat Kacang Panjang, Rutan Pelaihari Dorong Kemandirian Warga Binaan Lewat Pembinaan Pertanian

PELAIHARI, INFO_PAS — Pagi di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari diisi dengan aktivitas sederhana yang memiliki makna lebih dari sekadar merawat tanaman. Petugas Pembinaan Pertanian bersama warga binaan melakukan perawatan dan penyiraman tanaman kacang panjang sebagai bagian dari proses pembinaan keterampilan dan pengembangan kemandirian.

 

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (21/9/2026) tersebut dilakukan oleh Petugas Pembinaan Pertanian Rutan Pelaihari, M. Ridho, bersama warga binaan, Salam. Keduanya memastikan tanaman kacang panjang mendapatkan perawatan yang cukup agar dapat tumbuh secara optimal.

 

Penyiraman dilakukan secara teratur dengan memperhatikan kondisi tanaman dan media tanam. Tidak hanya air yang diberikan, tanaman juga diamati untuk melihat perkembangan pertumbuhannya. Bagian tanaman yang membutuhkan perhatian dirawat agar proses budidaya tetap berjalan dengan baik.

 

Bagi warga binaan, aktivitas tersebut menjadi kesempatan untuk belajar bahwa hasil pertanian tidak diperoleh secara instan. Setiap tanaman membutuhkan ketekunan, perhatian, dan perawatan yang dilakukan secara konsisten.

 

M. Ridho mengatakan kegiatan pertanian di Kebun SAE terus diarahkan agar warga binaan tidak hanya mengikuti aktivitas, tetapi memahami proses budidaya yang dapat menjadi bekal keterampilan.

 

“Merawat tanaman itu mengajarkan kita untuk telaten. Dari penyiraman dan perawatan rutin seperti ini, warga binaan bisa memahami bahwa tanaman yang tumbuh baik membutuhkan proses dan perhatian yang berkelanjutan,” ujar Ridho.

 

Salam, warga binaan yang mengikuti kegiatan tersebut, mengaku senang dapat terlibat langsung dalam merawat tanaman. Menurutnya, kegiatan di kebun memberikan pengalaman baru sekaligus membuat dirinya lebih memahami proses menanam hingga merawat tanaman.

 

“Awalnya terlihat sederhana, tetapi setelah ikut merawat, kami jadi tahu tanaman juga perlu diperhatikan setiap hari. Dari sini kami belajar lebih sabar dan teliti,” tutur Salam.

 

Kegiatan di Kebun SAE juga menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan dalam mengembangkan program pertanian dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Program tersebut selaras dengan agenda kemandirian pangan melalui sektor pertanian di Lapas dan Rutan.

 

Bagi Rutan Pelaihari, kebun bukan sekadar ruang untuk menanam dan memanen. Di tempat ini, proses pembinaan berlangsung melalui aktivitas nyata yang memungkinkan warga binaan memperoleh pengalaman, keterampilan, sekaligus pemahaman mengenai tanggung jawab terhadap pekerjaan.

 

Perawatan kacang panjang yang dilakukan secara rutin menjadi contoh bahwa pembinaan kemandirian dibangun melalui kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Dari tanah yang dirawat dan tanaman yang dijaga, warga binaan diarahkan untuk memiliki keterampilan yang dapat memberi nilai ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *