Palu – Kepedulian terhadap lingkungan diwujudkan Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Palu melalui aksi sosial membersihkan Taman Makam Perkuburan Islam Ramba yang berlokasi di Kelurahan Birobuli Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu. Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kepala Bapas Palu, M. Nur Amin, tersebut melibatkan jajaran pegawai Bapas Palu, mahasiswa magang hukum Universitas Tadulako (Untad), serta peserta magang Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Batch 2, pada Rabu (21/10).
Dengan semangat gotong royong, seluruh peserta bahu-membahu membersihkan area pemakaman dan merapikan lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian terhadap kebersihan fasilitas umum sekaligus upaya menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.
Kepala Bapas Kelas I Palu, M. Nur Amin, menyampaikan bahwa aksi sosial tersebut merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana, tetapi memberikan manfaat nyata.
“Pengabdian bukan hanya tentang menjalankan tugas kedinasan, tetapi juga bagaimana kehadiran kita dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin menumbuhkan semangat gotong royong, kepedulian terhadap lingkungan, dan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab kita bersama,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa keterlibatan mahasiswa magang hukum Untad dan peserta magang Kemenaker Batch 2 menjadi kesempatan untuk memperkuat nilai kedisiplinan, kerja sama, dan kepekaan sosial. Pengalaman terlibat langsung dalam kegiatan kemasyarakatan diharapkan dapat membentuk karakter serta mendorong generasi muda untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitarnya.
Kegiatan tersebut juga menarik perhatian masyarakat yang melintas di sekitar Taman Makam Perkuburan Islam Ramba. Aktivitas gotong royong yang dilakukan jajaran Bapas Palu bersama para peserta magang menjadi pemandangan positif di tengah aktivitas warga.
Secara umum, kegiatan ini menghadirkan pesan tentang pentingnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan pemeliharaan fasilitas umum. Aksi tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat untuk terus menghidupkan semangat gotong royong serta mengambil bagian dalam menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sulawesi Tengah, Herman Mulawarman, menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan tugas dan fungsi, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Jajaran pemasyarakatan harus mampu hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kepedulian terhadap lingkungan dan semangat gotong royong merupakan nilai positif yang perlu terus dipelihara. Saya berharap kegiatan sosial seperti ini dapat memperkuat hubungan antara jajaran pemasyarakatan dan masyarakat sekaligus menumbuhkan budaya pengabdian dalam kehidupan sehari-hari,” demikian draf pernyataan yang perlu dikonfirmasi kepada Kakanwil.
Melalui aksi sosial ini, Bapas Palu menegaskan komitmennya untuk terus menumbuhkan kepedulian sosial, memperkuat kebersamaan, dan membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat. Kolaborasi antara pegawai dan peserta magang menjadi bukti bahwa semangat pengabdian dapat menyatukan berbagai kalangan untuk mencapai tujuan bersama.
Kegiatan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kontribusi positif tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Menjaga kebersihan, merawat fasilitas umum, dan meluangkan waktu untuk kepentingan bersama merupakan bentuk kepedulian yang dapat dilakukan oleh siapa saja.
Dengan semangat rawat lingkungan dan tebar kepedulian, Bapas Kelas I Palu berharap budaya gotong royong semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan bermasyarakat.
HUMAS BAPAS PALU






