Breaking News
Tinjau Pembangunan Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Wapres Pastikan Infrastruktur Siap Digunakan Tinjau RSUD JP Wanane Sorong, Wapres Gibran Dorong Penguatan Layanan Jantung di Tanah Papua MEMBERI RASA AMAN KEPADA WARGA, ANGGOTA KORAMIL 1703-01/ENAROTALI LAKSANAKAN PATROLI Perpustakaan Daerah Kab. Semarang Sambangi Lapas Ambarawa Danrem 181/PVT Turut Hadir Meninjau Program Bedah Rumah BSPS di Sorong Sorong – Papua Barat Daya, Danrem 181/PVT Brigjen TNI Slamet Riadi, S.I.P., turut mendampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman RI Maruarar Sirait, S.I.P. dalam kegiatan peninjauan lokasi Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Tahun 2026, yang berlangsung di Komplek Kokoda Km. 8, Kelurahan Klasabi, Distrik Sorong Manoi, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Sabtu (25/04/2026). Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos., Wali Kota Sorong Septinus Lobat, S.H.,MPA., serta unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat. Dalam peninjauan tersebut, Menteri PKP RI bersama rombongan melihat langsung kondisi rumah warga yang akan direnovasi melalui program BSPS. Program ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya di wilayah Provinsi Papua Barat Daya. Dalam arahannya, Menteri PKP RI menegaskan bahwa program BSPS merupakan bagian dari kebijakan strategis Presiden yang harus dilaksanakan secara transparan dan bebas dari praktik pungutan liar. Ia juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mengawasi jalannya program agar tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal. “Program ini menggunakan uang rakyat, sehingga harus diawasi bersama. Tidak boleh ada pihak yang mengambil keuntungan pribadi,” tegasnya. Di Kota Sorong sendiri, program BSPS akan menyasar sebanyak 243 unit rumah yang tersebar di 10 distrik, termasuk 18 unit di Kelurahan Klasabi yang menjadi prioritas karena kondisi wilayahnya yang rawan banjir dan tergolong kawasan padat serta kumuh. Kehadiran Danrem 181/PVT dalam kegiatan ini menunjukkan komitmen TNI AD dalam mendukung program pemerintah guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar. Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan berlangsung dengan aman dan tertib hingga selesai.

Tinjau RSUD JP Wanane Sorong, Wapres Gibran Dorong Penguatan Layanan Jantung di Tanah Papua

Tinjau RSUD JP Wanane Sorong, Wapres Gibran Dorong Penguatan Layanan Jantung di Tanah Papua

Usai melaksanakan rangkaian kegiatan di Raja Ampat, Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming kembali ke Sorong untuk meninjau langsung kesiapan layanan kesehatan di RSUD JP Wanane Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Rabu (22/04/2026) dengan memberi perhatian khusus pada penguatan layanan penyakit jantung sebagai salah satu prioritas utama transformasi kesehatan nasional.

Kunjungan Wapres ini juga merupakan bagian dari tindak lanjut arahan Prabowo Subianto yang menekankan penguatan layanan kesehatan hingga ke daerah, khususnya untuk penanganan penyakit prioritas seperti jantung. Pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat di wilayah timur Indonesia memperoleh akses layanan spesialistik yang setara dengan daerah lain, melalui peningkatan fasilitas, pemenuhan alat kesehatan, serta penguatan sumber daya manusia di rumah sakit daerah.

Setibanya di lokasi, Wapres disambut oleh Bupati Sorong Johny Kamuru, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya Jan Pieter Kambu, serta Direktur RSUD JP Wanane dr. Hendrik Mansa. Kunjungan diawali dengan tarian “Penyambutan” adat Papua, dilanjutkan peninjauan sejumlah fasilitas strategis seperti ruang CT Scan, ruang operasi jantung, ICU jantung, hingga ruang Cathlab.

Dalam peninjauan tersebut, Wapres mendengarkan dan berdialog dengan dr. Hendrik Mansa, terkait penguatan layanan jantung dan kebutuhan alat kesehatan penunjang.

Direktur RSUD menjelaskan bahwa rumah sakit telah berhasil melakukan operasi jantung pertama di Tanah Papua pada tahun 2024. Namun, keberlanjutan layanan tersebut masih terkendala keterbatasan alat utama.

“Tahun 2024 kami sudah melakukan operasi jantung pertama di Tanah Papua, Bapak. Namun saat ini kami masih kekurangan alat heart lung machine (mesin jantung-paru) sebagai pengganti fungsi jantung saat operasi. Sudah dua tahun kami belum mendapatkannya,” ujar dr. Hendrik.

Ia juga menyampaikan kebutuhan alat diagnostik lanjutan berupa intravascular ultrasound (IVUS) untuk meningkatkan akurasi tindakan kardiovaskular.

“Kami juga membutuhkan intravascular ultrasound, Bapak, untuk melihat kondisi pembuluh darah secara lebih detail saat tindakan. Alat ini sudah lama direncanakan, namun hingga kini belum terealisasi,” lanjutnya.

Menanggapi hal tersebut, Wapres menaruh perhatian pada kesiapan fasilitas dan layanan yang telah dibangun, sekaligus menanyakan kapasitas pelayanan rumah sakit.

Dr. Hendrik pun menjelaskan bahwa saat ini RSUD JP Wanane menjadi salah satu rujukan terbesar di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

“Untuk layanan rawat jalan, kunjungan kami bisa mencapai sekitar 22.000 pasien per tahun, Bapak. Kami juga didukung oleh 32 dokter spesialis,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa rumah sakit telah memiliki peralatan CT Scan yang lebih canggih untuk mendukung layanan diagnostik.

“Baru-baru ini kami juga mendapatkan CT Scan 128 slice yang lebih canggih dari pusat, sehingga sangat membantu dalam penegakan diagnosis,” ungkap dr. Hendrik.

Dalam peninjauan ini, Wapres sempat berinteraksi dengan pasien pertama operasi jantung di RSUD tersebut, Darnawati (65). Ia menanyakan kondisi kesehatannya pasca operasi serta memastikan akses pembiayaan layanan yang diterima.

“Bagaimana, Bu, kondisi sekarang setelah operasi. Bagaimana biaya pengobatannya?” tanya Wapres.

Menanggapi pertanyaan Wapres, Darnawati mengaku merasakan langsung manfaat layanan di RSUD JP Wanane. Ia rutin menjalani kontrol tanpa biaya berkat jaminan BPJS Kesehatan.

“Alhamdulillah selama berobat di sini tidak pernah keluar biaya. Harapannya ke depan alat operasi jantung bisa lengkap, supaya kami tidak perlu dirujuk ke luar daerah,” tuturnya.

Usai melakukan peninjauan, Wapres memberikan keterangan kepada awak media terkait berbagai program prioritas pemerintah yang tengah berjalan di Papua. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan seluruh program benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kita sudah lihat pembangunan rumah sakit, kampung nelayan, sekolah-sekolah, kita juga lihat program seperti MBG, dan lain-lain. Kita pastikan program-program dari Bapak Presiden ini berjalan dengan baik di Papua, dan yang paling penting program ini semuanya impactful untuk warga Papua,” ujar Wapres.

Sebagai informasi, RSUD JP Wanane telah didukung oleh 32 dokter spesialis dan 20 dokter umum, dengan berbagai kompetensi lanjutan (fellowship) di bidang jantung, kemoterapi, hingga hemodialisa. Rumah sakit ini juga aktif melakukan pendekatan layanan melalui program “Doc Touch”, yaitu menghadirkan dokter spesialis ke wilayah terpencil untuk memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Turut hadir dalam kunjungan ini antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Ketua Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua Velix Wanggai, serta Plt. Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar.

Kabupaten Sorong, 22 April 2026
Biro Pers, Media, dan Informasi
Sekretariat Wakil Presiden

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *