Pidie – Upaya menjaga akses transportasi pertanian sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat kembali ditunjukkan melalui kegiatan gotong royong yang dilakukan aparat teritorial bersama warga desa. Kegiatan tersebut berlangsung di wilayah binaan Koramil 26/Grong-Grong jajaran Kodim 0102/Pidie, tepatnya di Desa Mesjid Beureuleung, Kecamatan Grong-Grong, Kabupaten Pidie, Sabtu (28/02/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Babinsa setempat, Koptu Hendi Herman, bersama masyarakat yang secara sukarela membersihkan badan jalan menuju area perkebunan warga.
Pembersihan meliputi pemotongan rumput liar, pengangkatan tanah yang menutup jalur, serta perapian bahu jalan agar lebih aman dilalui kendaraan pengangkut hasil kebun.
Mendukung aktivitas ekonomi warga
Jalan yang dibersihkan merupakan jalur utama bagi masyarakat untuk menuju lahan pertanian dan perkebunan.
Dalam beberapa waktu terakhir, kondisi jalan dipenuhi semak dan material tanah yang terbawa air hujan, sehingga menyulitkan mobilitas warga, khususnya saat mengangkut hasil panen.
Melalui gotong royong ini, akses transportasi diharapkan kembali lancar sehingga distribusi hasil kebun menjadi lebih mudah, cepat, dan aman.
Kondisi jalan yang baik juga dinilai penting untuk menekan potensi kerugian petani akibat keterlambatan pengangkutan hasil produksi.
Selain memperbaiki infrastruktur lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat hubungan antara aparat teritorial dan masyarakat.
Kebersamaan dalam bekerja dinilai mampu membangun komunikasi yang lebih terbuka, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga lingkungan desa.
Partisipasi aktif warga menunjukkan bahwa budaya gotong royong masih menjadi kekuatan sosial penting di pedesaan.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya berfokus pada aspek keamanan wilayah, tetapi juga mendukung aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat binaan.
Warga berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala agar kondisi jalan tetap terjaga, terutama saat musim hujan yang berpotensi merusak akses.
Pemeliharaan rutin dinilai lebih efektif dibanding perbaikan besar setelah kerusakan terjadi.
Melalui kerja bersama antara aparat dan masyarakat, perawatan fasilitas umum di tingkat desa diharapkan dapat berjalan lebih cepat, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat ketahanan sosial serta produktivitas ekonomi warga setempat.






