PELAIHARI, INFO_PAS – Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan melalui sektor pertanian. Sebanyak 13 kilogram gambas berhasil dipanen dari Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Rutan Pelaihari, Jumat (7/8), sebagai hasil dari proses budidaya yang dilakukan secara berkesinambungan oleh warga binaan di bawah pendampingan petugas.
Kegiatan panen melibatkan warga binaan yang mengikuti program pembinaan pertanian, didampingi Petugas Pembinaan Pertanian, M. Ridho. Sejak tahap pengolahan lahan, penyemaian benih, penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga masa panen, seluruh proses dilaksanakan secara langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari pembelajaran berbasis praktik.
M. Ridho mengatakan bahwa hasil panen tersebut merupakan buah dari kedisiplinan dan kerja keras warga binaan yang terus menjaga tanaman agar tumbuh optimal. Menurutnya, pembinaan pertanian tidak hanya berorientasi pada hasil panen, tetapi juga menjadi sarana membentuk karakter, etos kerja, serta rasa tanggung jawab.
“Program pertanian di Kebun SAE kami laksanakan secara berkelanjutan agar warga binaan memperoleh keterampilan yang benar-benar dapat diterapkan setelah mereka kembali ke masyarakat. Hasil panen 13 kilogram gambas ini menunjukkan bahwa dengan pembinaan yang konsisten, warga binaan mampu menghasilkan produk pertanian yang berkualitas dan bernilai manfaat,” ujar M. Ridho.
Selain menjadi media pembelajaran, hasil panen dari Kebun SAE turut dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan bahan pangan di lingkungan Rutan serta menjadi bukti nyata bahwa program pembinaan mampu menghasilkan karya yang produktif. Program ini juga sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan melalui pemanfaatan lahan yang tersedia secara optimal.
Salah seorang warga binaan yang mengikuti program pembinaan pertanian, Salam, mengaku bersyukur dapat terlibat secara aktif dalam setiap proses budidaya gambas. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus menumbuhkan rasa percaya diri untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah menjalani masa pidana.
“Saya merasa senang bisa belajar bertani secara langsung. Mulai dari menanam, merawat hingga memanen, semuanya memberikan pengalaman yang sangat berharga. Semoga ilmu yang saya peroleh di sini bisa menjadi bekal untuk mencari nafkah dan menjalani kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti,” tutur Salam.
Melalui program pembinaan berbasis pertanian di Kebun Sarana Asimilasi dan Edukasi, Rutan Kelas IIB Pelaihari terus menghadirkan kegiatan yang produktif, edukatif, dan berorientasi pada pembentukan kemandirian warga binaan. Keberhasilan panen gambas ini menjadi salah satu indikator bahwa pembinaan yang dilaksanakan secara konsisten mampu memberikan manfaat nyata, baik dalam meningkatkan keterampilan warga binaan maupun mendukung program ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan.






