Lapas Banjarbaru Bekali Warga Binaan dengan Pendidikan Kesetaraan dan Pelatihan Barbershop  

Banjarbaru, INFO_PAS – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Banjarbaru menggelar pembinaan pendidikan kesetaraan bersama Satuan Pendidikan Nonformal Sanggar Kegiatan Belajar (SPNF SKB) Kota Banjarbaru serta pelatihan barber shop bersama Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) ENTER bagi 19 Warga Binaan, Senin, (07/9). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula 2 Lapas Banjarbaru untuk meningkatkan pendidikan dan keterampilan sebagai bekal kemandirian Warga Binaan.

 

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Subseksi Registrasi dan Bimbingan Kemasyarakatan (Kasubsi Regbimkemas) Lapas Banjarbaru, Taufiqurrahman, staf Regbimkemas, serta para instruktur dari SPNF SKB Kota Banjarbaru dan LKP ENTER. Kolaborasi dengan kedua lembaga mitra tersebut mendukung pemberian akses pendidikan sekaligus keterampilan praktis bagi Warga Binaan.

 

Pelaksanaan program ini merupakan komitmen Lapas Banjarbaru dalam memberikan bekal yang bermanfaat selama Warga Binaan menjalani masa pidana. Pendidikan kesetaraan memberikan kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan, sementara pelatihan barber shop diarahkan untuk membangun keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi kemampuan kerja setelah kembali ke masyarakat.

 

Kasubsi Regbimkemas, Taufiqurrahman, menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan mengikuti pelatihan barber shop sebagai bekal keterampilan setelah bebas. “Warga Binaan yang mendapatkan peluang menambah ilmu di bidang barber shop patut disyukuri karena dapat menambah keterampilan maupun skill untuk di masa yang akan datang pada saat bebas nanti,” ujarnya.

 

Instruktur LKP ENTER, Muhammad Bahmin, berharap Warga Binaan dapat memahami dan mengingat materi yang diberikan pada pertemuan pertama sebagai dasar untuk mengikuti pelatihan berikutnya. “Saya berharap untuk pelatihan pertemuan pertama ini Warga Binaan dapat memahami dan mengingat apa yang sudah dilatihkan guna melanjutkan dua kali pelatihan pertemuan yang akan datang,” jelasnya.

 

Salah satu Warga Binaan peserta pelatihan, Lexsy Fernando, mengungkapkan manfaat yang diperolehnya melalui kegiatan tersebut berupa pengalaman dan ilmu yang dapat diterapkan setelah bebas. “Saya pribadi sangat berterima kasih dengan adanya pembinaan seperti ini karena saat bebas nanti keluar dari Lapas Banjarbaru, ibaratnya saya tidak hanya membawa tangan kosong tetapi saya membawa pengalaman dan ilmu yang bisa saya terapkan,” tegasnya.

 

Melalui pembinaan pendidikan dan keterampilan yang dilaksanakan secara berkelanjutan, Lapas Kelas IIB Banjarbaru terus mendorong Warga Binaan untuk mengembangkan potensi dan kemampuan diri. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian, membentuk karakter produktif, serta menjadi bekal positif bagi Warga Binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *