PELAIHARI, INFO_PAS — Suasana khidmat menyelimuti Masjid Istiqomah Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Pelaihari saat jajaran petugas bersama warga binaan memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah, Sabtu (29/8/2026).
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum bagi warga binaan untuk kembali mengenang keteladanan Rasulullah SAW sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan hidup yang telah dilalui. Pesan tentang kesabaran, kejujuran, kasih sayang, dan akhlak mulia menjadi nilai yang penting dalam proses memperbaiki diri.
Mengikuti kegiatan dengan penuh kekhusyukan, warga binaan menjadikan momentum tersebut sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan keagamaan yang berlangsung di Rutan Pelaihari. Kegiatan keagamaan diharapkan tidak berhenti sebagai rutinitas, tetapi mampu memberikan dorongan untuk membangun kebiasaan dan perilaku yang lebih baik.
Kepala Rutan Kelas IIB Pelaihari, Eri Triyanto, mengatakan peringatan Maulid Nabi menjadi kesempatan untuk menanamkan nilai keteladanan Rasulullah SAW kepada warga binaan sebagai bekal dalam menjalani proses pembinaan.
“Maulid Nabi bukan hanya tentang mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi bagaimana kita mengambil keteladanan beliau untuk diterapkan dalam kehidupan. Semoga momentum ini dapat menumbuhkan kesadaran warga binaan untuk terus memperbaiki diri dan menjadi pribadi yang lebih baik,” ujar Eri.
Pembinaan keagamaan menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembentukan karakter warga binaan. Melalui kegiatan seperti ini, mereka diberikan ruang untuk memperkuat sisi spiritual sekaligus membangun kesadaran bahwa masa pembinaan dapat menjadi kesempatan untuk mempersiapkan perubahan.
Bagi warga binaan, perubahan tidak selalu harus dimulai dengan langkah besar. Kesediaan untuk mengakui kekurangan, belajar dari masa lalu, dan berusaha memperbaiki sikap dalam kehidupan sehari-hari merupakan bagian dari proses tersebut.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Masjid Istiqomah pun menjadi pengingat bahwa pembinaan bukan semata tentang menjalani masa pidana, tetapi juga memberikan kesempatan kepada setiap warga binaan untuk menata kembali kehidupan dan mempersiapkan diri sebelum kembali ke tengah keluarga serta masyarakat.






